Berita Foto Nusantara

Mahasiswi Universitas Teknokrat Indonesia Silvia Marta Wijaya Hibur Kakek-Nenek Griya Wreda Surabaya, Pandu Acara Makin Pecah

Mahasiswi Universitas Teknokrat Indonesia Silvia Marta Wijaya Hibur Kakek-Nenek Griya Wreda Surabaya, Pandu Acara Makin Pecah

Silvia Marta Wijaya bersama penghuni panti jompo Griya Wreda Surabaya. | Dokumentasi

Silvia Marta Wijaya bersama penghuni panti jompo Griya Wreda Surabaya. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Surabaya – Kemarin menjadi salah satu hari istimewa bagi Silvia Marta Wijaya. Mahasiswi Sastra Inggris Universitas Teknokrat Indonesia itu bersama peserta pertukaran mahasiswa merdeka (PMM) berkunjung ke Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Griya Wreda Surabaya.

Dari namanya kita sudah mahfum kalau tempat ini adalah tempat merawat para kakek-nenek yang tidak bersama keluarga mereka.

Satu semester ini, Marta, sapaan akrabnya, memang tengah PMM di Surabaya, tepatnya di Universitas Dr. Soetomo.

Selain berkunjung, Marta mendapat tugas khusus. Ia didapuk menjadi pembawa acara. Berada di depan opa-oma tentu berbeda kala ia membawakan acara dengan peserta anak muda dan milenial.

Kepada wartalampung.id, Marta mengatakan, ia dan teman-teman PMM yang lain membawa parsel buah, kue, susu, Buavita, pemanis rendah gula, dan makanan lain yang masih bisa dikonsumsi para penghuni panti itu.

“Ini pertama kalinya aku memandu acara di panti jompo begini, biasanya berdiri ngomong memandu acara dosen, mahasiswa, atau ngajar SD-SMP,” ujar Marta kepada wartalampung.id lewat percakapan WhatsApp.

Marta bilang, untuk memandu acara ini, memang agak beda suasananya. Ia berujar, dirinya mesti lebih sabar, luwes, hati-hati memilih kata, berusaha tidak ada narasi yang membuat penghuni panti salah memahami dan membuat mereka bersedih hati.

“Aku wanti-wanti benar supaya enggak tanya soal keluarga atau anak. Itu bakal bikin sedih mereka,” kata dia.

Pihak panti, kata dia, menyambut rombongan dengan ramah.

“Mereka senang banget kalau ada pihak yang datang dan bikin kegiatan. Kami bisa menghibur penghuni panti jompo,” katanya.

Silvia Marta Wijaya. | Dokumentasi

Marta berujar, di sana pihaknya bermain bareng, mengajak penghuni panti membuat gelang dari manik-manik, menggambar dengan cat berwarna, dan berjoget bareng.

Lucunya, ada beberapa penghuni panti yang tak sanggup lagi memasukkan manik-manik ke senar karena penglihatan sudah buram. Bukannya bersedih, momentum itu malah membuat acara semakin cerita.

Foto utama di artikel ini menunjukkan Marta tengah bergembira bersama seorang kakek yang senang dikunjungi dan diajak bersenda gurau.

Para penghuni panti juga diajak menggambar. Meski gambar yang dihasilkan tidak begitu jelas, acara tetap lanjut dalam suasana ceria. Para penghuni panti juga masih sanggup menjelaskan apa yang mereka gambar.

Suasana makin pecah sewaktu Marta bertanya mau lagu apa untuk dinyanyikan bersama. Beberapa kakek bilang mau dinyanyikan lagu dari Rhoma Irama yaitu “Begadang” dan “Darah Muda”.

“Mereka antusias banget. Gerak badan, joget. Yang bungkuk juga semangat, happy banget deh kemarin itu. Kami senang sekali bisa menghibur mereka.”

Gelang manik-manik yang sudah jadi tadi diberikan kepada penghuni panti sebagai oleh-oleh. Wah, seru ya. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda