Berita Foto Advertorial

Mahasiswi Universitas Teknokrat Indonesia Shavina Lestiani Mulai Jalani Perkuliahan di Turki

Mahasiswi Universitas Teknokrat Indonesia Shavina Lestiani Mulai Jalani Perkuliahan di Turki

Shavina Lestiani. | Dokumentasi

Shavina Lestiani. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Istanbul – Shavina Lestiani, mahasiswi Program Studi S1 Sastra Inggris Universitas Teknokrat Indonesia mulai menjalani masa perkuliahan di Turki. Selama satu semester ke depan, jagoan bahasa Inggris asal Lampung ini mengikuti program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA).

Dara manis ini kuliah di Universitas Middle East Technical University Turki. Kepada wartalampung.id, Shavina mengatakan, dalam perkuliahan, ia mengikuti mata kuliah World English, Culture dan Society, dan The Social History of Modern Middle East.

Shavina menuturkan, kesan pertama saat kuliah di negara yang tengah dipimpin Presiden Recep Erdogan ini adalah kesan belajar yang santai.

Meskipun demikian, kata Shavina, semua mahasiswa penuh dengan optimisme dalam menjalani perkuliahan. Shavina bertekad fokus belajar seperti mahasiswa lainnya di sini.

Terhadap dosen, kata dia, mereka sangat terbuka dan ramah kepadanya. Meskipun para dosen paham mahasiswa program ini tak bisa berbahasa Turki, tetap diberikan arahan-arahan.

“Terutama arahan bagaimana kami bisa daftar kursus, kemudian soal wilayah di kampus. Kampus di sini sangat besar. Kami juga diarahkan untuk bisa menggunakan fasilitas kampus. Semua dijelaskan saat masa orientasi di minggu pertama,” ujar Shavina kepada wartalampung.id hari ini.

Shavina bilang, salah satu fasilitas adalah perpustakaan yang sangat besar dan dipenuhi buku-buku dan jurnal tentang materi yang ada di mata kuliah dalam berbagai bahasa, seperti bahasa Inggris, Turki, Spanyol, Jerman, dan Prancis.

“Setiap hari saya ke kampus mengikuti perkuliahan dan mengikuti prosesnya. Mohon doanya semoga saya mendapatkan nilai terbaik. Tidak hanya nilai terbaik yang saya inginkan, tetapi pengalaman dan iklim serta budayanya juga,” ujarnya.

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr H Mahathir Muhammad SE MM menyambut baik masa-masa awal perkuliahan Shavina di Turki.

Ia berharap Shavina bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan. Yang lebih penting, segera menyesuaikan diri dengan perkuliahan sehingga penerimaan materi dan nilai akademik tetap stabil.

Ia berharap pula Shavina bisa menjadi duta Indonesia dan Lampung di Turki. Ia juga berharap Shavina bisa memperkenalkan budaya Lampung dan Indonesia di lingkup kampus dan sekitarnya.

Proses seleksi IISMA tahun ini sangat ketat. Diketahui, terdapat lebih dari sepuluh ribu pelamar tahun ini memperebutkan kuota perguruan tinggi perguruan tinggi ternama di dunia dengan kuota sekitar seribu mahasiswa.

Shavina harus menyeleksi kampus mana yang sesuai dengan latar belakang program studinya, yaitu Sastra Inggris. Berikutnya adalah menyeleksi perguruan tinggi mana yang menerima jenis proficiency test.

Shavina mengambil Duolingo English Test (DET). Selanjutnya adalah pengisian data diri, record prestasi akademik, prestasi kejuaraan, pengalaman organisasi, pengalaman magang/ bekerja.

Semakin banyak portofolionya, semakin bagus. Di sini Shavina telah mengantongi organisasi Teknokrat English Club, volunteering melalui pengabdian kepada masyarakat dosen Universitas Teknokrat Indonesia, juara nasional speech dan sebagainya.

Shavina juga menyelesaikan beberapa esai seperti motivation letter, mendeskripsikan pengalaman terburuk, catatan kesehatan dan sebagainya.

Hal inilah yang dipersiapkan semaksimal mungkin bersama pembinanya yakni Suprayogi, S.S., M.Hum. dan Intan Hamzah, S.Pd., M.Pd. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda