Wartalampung.id, Bandar Lampung – Prestasi membanggakan kembali diraih Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung. Revina Shalya Putri Edilia dan Nadila Ade Yolanda, mahasiswi Program Studi Pendidikan Matematika, berhasil meraih medali emas pada ajang Indonesia Bright Minds Competition 2026 bidang matematika.
Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan oleh GYPEM x BEM FKIP Universitas Muhammadiyah Jember ajang ini menjadi ruang bergengsi untuk mengasah berpikir kritis dan membuktikan kompetensi generasi unggul Indonesia dan diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Keberhasilan Revina dan Nadila tidak lepas dari bimbingan dosen pembimbing Nicky Dwi Puspaningtyas, M.Pd. yang telah mendampingi persiapan perlombaan. Prestasi ini menjadi bukti nyata kualitas pembinaan akademik di Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan (FSIP) Universitas Teknokrat Indonesia.
Revina Shalya mengatakan, ia bersyukur dan bangga dapat meraih prestasi ini. Proses persiapan yang ia jalani tidaklah mudah, tetapi dengan bimbingan dosen serta dukungan dari sleuruh pihak, ia dapat memahami materi lebih mendalam dan meningkatkan kemampuan problem solving.
“Lomba ini tidak hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga melatih ketelitian, ketekunan, dan manajemen waktu. Saya berharap prestasi ini dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan potensi diri di bidang matematika,” kata dia.
Nadila Ade Yolanda menambahkan, keikutsertaan mereka dalam olimpiade matematika ini menjadi pengalaman yang sangat berharga. Ia belajar untuk berpikir lebih kritis dan kreatif dalam menyelesaikan berbagai permasalahan.
Dukungan dari program studi dan lingkungan belajar yang kondusif sangat membantunya dalam mempersiapkan diri.
“Prestasi ini menjadi langkah awal bagi saya untuk terus berprestasi di tingkat yang lebih tinggi dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu matematika,” kata dia.
Dosen pembimbing, Nicky Dwi Puspaningtyas, M.Pd. menuturkan, pihaknya sangat bangga atas pencapaian kedua mahasiswa ini dalam ajang olimpiade matematika.
Prestasi ini, kata dia, merupakan hasil dari kerja keras, konsistensi, serta komitmen mereka dalam berlatih dan memperdalam pemahaman konsep matematika.
Selama proses pembimbingan, mereka menunjukkan sikap disiplin, rasa ingin tahu yang tinggi, serta kemampuan berpikir kritis yang terus berkembang.
“Saya juga mengapresiasi dukungan dari program studi yang telah memberikan fasilitas dan lingkungan akademik yang kondusif. Harapannya, prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk berani berkompetisi dan mengembangkan potensi di bidang matematika,” kata dia.
Dekan Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan Universitas Teknokrat Indonesia Dr. Heri Kuswoyo, M.Hum. mengatakan, prestasi yang diraih oleh kedua mahasiswa ini merupakan kebanggaan bagi fakultas dan menjadi bukti bahwa kualitas akademik mahasiswa kita mampu bersaing di tingkat kompetisi.
“Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras mahasiswa, bimbingan dosen, serta dukungan lingkungan akademik yang kondusif,” kata dia.
Ia mengatakan, di tingkat fakultas, akan terus berkomitmen untuk mendukung pengembangan potensi mahasiswa, baik melalui pembinaan, fasilitasi kompetisi, maupun peningkatan kualitas pembelajaran.
“Semoga prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi, berinovasi, dan mengharumkan nama institusi di berbagai ajang, baik nasional maupun internasional.”
Dengan raihan medali emas ini, Universitas Teknokrat Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai Kampus Sang Juara yang tidak hanya unggul dalam prestasi nonakademik, tetapi juga konsisten mengukir pencapaian gemilang di bidang akademik.
Wakil Rektor Dr H Mahathir Muhammad SE MM menyambut baik prestasi ini. Capaian ini bentuk kemampuan mahasiswa dalam bersaing dengan mahasiswa kampus lain se-Indonesia.
Pencapaian mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia ini merupakan bukti nyata kontribusi kampus terhadap agenda Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan inovasi berbasis sains.
1. SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education)
Prestasi di bidang matematika mencerminkan keberhasilan universitas dalam menyediakan akses pendidikan tinggi yang bermutu tinggi dan inklusif.
Kaitan SDGs: Keberhasilan mahasiswa dalam kompetisi sains nasional dan internasional ini menunjukkan pemenuhan target SDG 4 dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi teknis dan profesional yang relevan.
2. SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation, and Infrastructure)
Matematika adalah fondasi dari algoritma, analisis data, dan inovasi teknologi. Kemampuan matematis mahasiswa Teknokrat mendukung terciptanya ekosistem inovasi di kampus.
Pencapaian Nyata: Penguasaan matematika yang kuat berkolerasi dengan pencapaian UTI sebagai Kampus Inovasi Terbaik Dunia versi WURI Rank 2025. Mahasiswa juga terlibat dalam lomba karya tulis ilmiah nasional yang menerapkan pemodelan matematika untuk solusi energi terbarukan.
Kaitan SDGs: Literasi matematika yang tinggi memungkinkan mahasiswa mengembangkan solusi berbasis data untuk tantangan industri masa depan.
3. SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan (Reduced Inequalities)
Program beasiswa memastikan bahwa prestasi akademik tinggi dapat diraih oleh mahasiswa dari berbagai latar belakang ekonomi.
Kaitan SDGs: Hal ini selaras dengan target SDG 10 untuk memberdayakan dan mempromosikan inklusi sosial dan ekonomi bagi semua orang tanpa memandang status latar belakang.
4. SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals)
Kompetisi nasional menjadi wadah kolaborasi dan pertukaran ilmu antar perguruan tinggi di Indonesia.
Kaitan SDGs: Jejaring ini mendukung kerja sama lintas instansi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi demi mencapai target pembangunan berkelanjutan secara kolektif. []

Tinggalkan Komentar Anda