Kegiatan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia dalam menanggapi debat capres ketiga. | Adian Saputra

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia menanggapi debat capres ketiga kemarin malam. Acara diadakan hari ini di Auditorium kampus setempat.
Acara diikuti seratusan mahasiswa setempat. Acara digelar dengan tajuk “Suara Mahasiswa”. Selain mahasiswa Teknokrat, kegiatan ini juga diikuti peserta pertukaran mahasiswa merdeka (PMM) yang datang dari seluruh Indonesia.
Panitia menghadirkan tiga ketua badan eksekutif mahasiswa (BEM) sebagai penanggap. Mereka adalah Bayu Azhari dari Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK), Fajri Septa Firnando dari Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan (FSIP), dan Kelpin Juliansyah dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).
Selain tiga ketua BEM, panitia juga mengadirkan tiga ketua senat. Mereka adalah Fitrah Amalia Rahmadianti dari FTIK, Andre Surya Pratama (FSIP), dan Liza Novalia dari FEB.
Para mahasiswa yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan juga hadir. Mereka terdiri dari himpuna mahasiswa, unit kegiatan mahasiswa, dan lainnya.
Sesi pertama adalah menilai visi dan misi ketiga capres yang tampil dalam debat. Mahasiswa menilai visi dan misi para calon sangat baik. Diharapkan, siapa pun yang terpilih, bisa merealisasikan janji itu ke dalam bentuk program yang konkret.
Mahasiswa juga menilai, para capres mesti mengajak mahasiswa untuk menajamkan visi dan misi. Para peserta juga ingin ada keterlibatan lebih mahasiswa dalam pembangunan demokrasi di Indonesia, khususnya dalam konteks pemilihan presiden mendatang.
Sesi yang menarik adalah saat mahasiswa memberikan tanggapan terhadap beberapa potongan video debat yang lumayan menyedot perhatian warganet. Misalnya saja soal esensi etika yang diperlihatkan para capres. Mahasiswa sepakat, etika mesti dijunjung tinggi sebagai syarat menjadi negarawan.
Mahasiswa juga menyoroti soal keberpihakan para capres tentang nasib warga Gaza, Palestina, yang sedang mengalami penjajahan oleh tentara Israel.
Panitia sendiri usai debat capres sempat membuat jajak pendapat tentang performa para calon. Peserta poling adalah internal mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia. Performa itu antara lain soal penguasaan materi debat yang berkisar seputar pertahanan keamanan, maritim, hubungan internasional, dan geopolitik.

Bayu Azhari mewakili para ketua BEM dan senat kepada wartalampung.id usai acara mengatakan, kegiatan ini murni inisiatif mahasiswa. Tujuannya, untuk memberikan partisipasi yang signifikan terhadap demokrasi di Indonesia.
Bayu mengatakan, pihak kampus juga mendukung penuh terselenggaranya acara tanggapan atas debat capres ketiga itu.
Bayu berharap mahasiswa bisa terus kritis kontruktif untuk kemajuan Indonesia. Bayu respek dengan antusiasme mahasiswa dalam kegiatan ini. Ia berharap mahasiswa selalu independen dalam menyukapi dunia politik di Indonesia. []

Tinggalkan Komentar Anda