Berita Foto

Mahasiswa Sistem Informasi Universitas Teknokrat Indonesia Goes to Industry: Wujudkan Magang Berdampak di BSI KCP Antasari

Mahasiswa Sistem Informasi Universitas Teknokrat Indonesia Goes to Industry: Wujudkan Magang Berdampak di BSI KCP Antasari

Mahasiswa Sistem Informasi UTI Goes to Industry di BSI KCP Antasari. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Program Studi Sistem Informasi Universitas Teknokrat Indonesia kampus terbaik di Lampung, terus menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja melalui program “Mahasiswa Sistem Informasi Goes to Industry.”

Salah satu implementasi program tersebut diwujudkan melalui kegiatan Magang Berdampak di Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Antasari.

Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), sehingga mahasiswa tidak hanya menguasai teori di ruang kelas, tetapi juga mampu memahami praktik kerja secara langsung di industri.

Selama menjalani magang, mahasiswa terlibat dalam berbagai aktivitas operasional dan administrasi yang didukung oleh pemanfaatan teknologi informasi.

Pengalaman tersebut memberikan wawasan mengenai bagaimana sistem informasi berperan dalam meningkatkan efektivitas layanan perbankan serta mendukung proses bisnis yang modern dan efisien.

Melalui interaksi dengan lingkungan kerja profesional, mahasiswa juga mengembangkan berbagai keterampilan penting, seperti komunikasi, kolaborasi, kedisiplinan, kemampuan analitis, serta adaptasi terhadap budaya kerja.

Kompetensi tersebut menjadi bekal yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin dinamis.

Program Studi Sistem Informasi Universitas Teknokrat Indonesia meyakini bahwa kolaborasi dengan dunia industri merupakan langkah strategis dalam menciptakan lulusan yang kompeten dan siap bersaing di era transformasi digital.

Oleh karena itu, program Goes to Industry tidak hanya menjadi sarana praktik kerja, tetapi juga menjadi jembatan yang mempertemukan kebutuhan industri dengan potensi yang dimiliki mahasiswa.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa Sistem Informasi memiliki kemampuan untuk berkontribusi dalam lingkungan profesional melalui pemanfaatan teknologi, pemikiran inovatif, dan semangat belajar yang tinggi.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam memasuki dunia kerja maupun mengembangkan karier di bidang teknologi informasi dan bisnis digital.

Program Studi Sistem Informasi Universitas Teknokrat Indonesia menyampaikan apresiasi kepada Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Antasari atas kesempatan, pendampingan, dan kepercayaan yang telah diberikan kepada mahasiswa.

Sinergi antara perguruan tinggi dan industri diharapkan terus berkembang sehingga mampu menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan bangsa.

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr H Mahathir Muhammad SE MM menyambut baik kegiatan ini.

Ia juga mengajak lulusan SMA sederajat untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Teknokrat dengan mengklik spmb.teknokrat.ac.id.

Analisis Keterkaitan Mendalam Per Poin SDGs

1. SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education)

Program Goes to Industry mentransformasi metode belajar mahasiswa dari sekadar teori di kelas menjadi pembelajaran berbasis industri (link and match). Melalui interaksi dengan praktisi dan pengenalan alat modern di gardu induk atau lab korporasi, mahasiswa mendapatkan kompetensi standar industri global.

2. SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth)

Salah satu tantangan terbesar lulusan sarjana adalah pengangguran akibat tidak siap pakai. Program industri ini melatih karakter profesional, komunikasi, kerja tim, dan penyelesaian masalah teknis secara langsung.

Buktinya, banyak mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia yang langsung direkrut oleh BUMN dan perusahaan nasional sebelum mereka lulus. Hal ini membuka akses kerja formal yang produktif bagi generasi muda.

3. SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation, and Infrastructure)

Kunjungan dan keterlibatan langsung di industri mendorong lahirnya inovasi teknologi tepat guna.

4. SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnership for the Goals)Tujuan SDGs tidak dapat dicapai secara terisolasi.

Melalui program ini, Universitas Teknokrat Indonesia memantapkan posisi institusi pendidikan sebagai mitra strategis korporasi (seperti PT Pelindo dan PT KAI). Sinergi berkelanjutan ini membantu penyelarasan sumber daya manusia dengan arah perkembangan ekonomi nasional. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda