Pementasan Khaja Baniting di Taman Budaya. | Dini Aulia

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Sendratari Lagon sebagai pementasan terakhir bagi angkatan 2020 Program Studi (Prodi) Pendidikan Seni Tari FKIP Unila telah digelar di Taman Budaya Lampung Sabtu malam lalu, 25/11/2023.
Pementasan tersebut mengangkat dua kisah lokal dari Lampung dan Gorontalo. Salah satunya adalah khaja baniting.
Khaja baniting merupakan cerita dari Lampung khususnya di daerah Tanggamus. Khaja Baniting menceritakan tentang ketangguhan seorang raja.
Khaja Baniting adalah seorang raja yang memiliki pasukan kuat dan tangguh, yang hijrah dari wilayah Sekala Beghak menuju Teluk Semaka untuk memperluas wilayah dan mengembangkan kemakmurannya.
Pementasan sendratari khaja baniting melibatkan 42 pemeran. Dalam pementasan ini terdapat komposer, LO lighting, lighting, stage crew yang juga mendukung kesuksesan acara.
Komposer dalam pementasan khaja baniting ini adalah Wisnu Nugroho. LO lighting dalam pementasan ini I Nyoman Tri Dharma Astika dan anggota lighting Hotlan Dandi Zuanda Gultom.
Selain dari komposer dan lighting, pendukung paling penting dalam pementasan ini adalah stage crew yang beranggotakan Jannah Azzahra, Jodi Chaniago, Agung Trian Daffa, Alditia Denagi Zenda, Riyo Pratama, Denri Wahyu Tri Handika, Kadek Anggi Anggraeni, Ni Eka Oktaviani dan Nabella Dian Putri.
Para pemeran berlatih selama kurang lebih dua sampai tiga bulan. Hal ini diungkapkan oleh salah satu pemeran khaja baniting, Puspa. Ia mengatakan, mereka sudah berlatih kurang lebih dua sampai tiga bulan.
Pementasan Sendratari Khaja Baniting berhasil memukau penonton dengan kejutan-kejutan yang dihasilkan. Totalitas dari seluruh pemain berhasil membawa pemain masuk ke dalam alur cerita. [Dini Aulia Putri]

Tinggalkan Komentar Anda