Imasapra kenalkan prodi ke siswa SMA. | Najwa
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Ikatan Mahasiswa Sastra Prancis (Imasapra) Universitas Lampung kembali menggelar program tahunan Visite d’École
Kunjungan ke sekolah tingkat SMA/SMK untuk memperkenalkan Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis (PS PBP).
Tahun ini, sasaran utamanya adalah sekolah yang belum memiliki mata pelajaran bahasa Prancis sama sekali.
Ketua Bidang Pendidikan Imasapra angkatan 2026, Devino Melandri, menjelaskan program ini sudah berjalan turun-temurun sebagai upaya menjemput bola memperkenalkan PS PBP.
“Visite d’École ini adalah kegiatan kunjungan ke sekolah untuk memperkenalkan dan mempromosikan Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis. Program ini telah dilaksanakan turun-temurun oleh Bidang Pendidikan Imasapra,” ujar Devino.
Kegiatan melibatkan mahasiswa yang turun ke lapangan, dosen pendamping, hingga pihak sekolah. Tahun ini tim telah mengunjungi SMA Muhammadiyah Bandar Lampung, dan berencana lanjut ke SMA Yadika.
“Kami mengutamakan sekolah yang dekat. Untuk tahun ini, kami mencoba pergi ke sekolah yang tidak ada pelajaran bahasa Prancis, agar masyarakat luas bisa lebih mengetahui produk Pendidikan Bahasa Prancis,” jelasnya.
Rangkaian acara dimulai dari titik kumpul di FKIP Unila, dilanjutkan presentasi materi dasar seperti sapaan, perkenalan diri, dan kosakata dasar bahasa Prancis, lalu sesi interaksi bersama siswa, dan ditutup dengan dokumentasi.
Untuk menarik minat, Imasapra mengusung pendekatan pengenalan budaya Prancis secara umum.
“Kami menggunakan pendekatan pengenalan budaya Prancis secara general, agar mereka bisa merasa familiar, dan yang belum tahu pun bisa tahu,” katanya.
Setiap sesi berlangsung sekitar satu jam dan konsisten diikuti 40–50 siswa. Menurut Devino, respons siswa maupun pihak sekolah selalu positif.
“Pihak sekolah menyambut dengan hangat dan selalu membantu jalannya acara apabila ada kendala,” ujarnya.
Meski begitu, kendala teknis seperti koneksi internet yang lambat sempat mengganggu jalannya presentasi. Devino menilai program ini efektif mempromosikan PS PBP, dan berharap ke depan bisa lebih banyak variasi fun game agar sesi presentasi tidak monoton.
Ia menutup dengan pesan untuk siswa SMA/SMK yang tertarik mempelajari bahasa Prancis maupun melanjutkan studi ke PS PBP Unila.
“Tetap semangat dan pantang menyerah,” pungkasnya. [Najwa Kamila Faradisa]

Tinggalkan Komentar Anda