Mahasiswa KKN kelompok 2 Universitas Saburai di Pulau Permata. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Mahasiswa KKN Kelompok 2 Universitas Saburai mendorong Pulau Permata di Kelurahan Way Tataan, Kecamatan Telukbetung Timur, dijadikan pusat ekowisata (eco tourism) di Kecamatan Telukbetung Timur pada umumnya dan Kelurahan Way Tataan pada khususnya, sekaligus pangsa pasar pegiat UMKM kelurahan setempat.
Ketua Kelompok 2 KKN Universitas Saburai Andi Setiawan mengatakan, Pulau Permata potensial menjadi pusat kegiatan ekowisata. Selain sebagai pusat rekreasi, pulau itu berpotensi dikelola dengan tempat memperhatikan kelestarian ekosistem di dalamnya.
Ini disampaikan Andi Setiawan usai bersama seluruh anggota kelompok 2 berkunjung ke Pulau Permata, Sabtu, 20 Maret 2021. Mereka adalah Abib Saifudin, Rangga Yoga Winata, Novi Anggraini, Heni Stefania Putri, Edi Junaidi, Hasrul Maryadi, Ichsan Kamil Emni, Irwanto, Andi Setiawan, Andhika Syachputra, dan Ketut Sumawe.
Selain itu, Andi Setiawan bersama teman satu kelompok KKN-nya mendorong agar produk usaha mikro kecil dan menengah dari warga kelurahan setempat bisa dipasarkan di pulau ini. Dengan demikian, ada dampak positif secara ekonomi yang didapat warga sekitar.
Apalagi, pihaknya sudah melakukan lokakarya dan membekali pelaku UMKM dengan teknik pemasaran dengan mengoptimalkan digital marketing. Andi menilai, produk UMKM berupa fillet ikan, kerupuk kulit ikan, dan emping ceplis melinjo bisa menjadi buah tangan yang khas di pulau ini.

Andi Setiawan dan kawan-kawannya juga mendorong agar pemerintah setempat berperan menciptakan ekowisata yang melibatkan warga sekitar.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan Ade Sandra Dewi, SE, MS.Ak, mengatakan, pengembangan ekonomi mesti berdampak pada masyarakat sekitar apabila Pulau Permata dijadikan pusat ekowisata (eco tourism) di Kecamatan Telukbetung Timur.
Yang dilakukan mahasiswa yang sedang KKN di Kelurahan Way Tataan dinilai mampu menjembatani ini. Pasalnya, mereka memberikan dampak yang bagus untuk ekonomi warga dengan mengadakan lokakarya yang bermanfaat pada produk UMKM dan kemasan produk sehingga lebih menarik.
Ade mengatakan, ke depan, jika Pulau Permata ini benar-benar dijadikan destinasi wisata berbasis ekowisata, tetap melibatkan pihak kampus sebagai mitra. Dengan demikian, pemberdayaan masyarakat sekitar terhadap pengembangan Pulau Permata bisa optimal dilaksanakan. [Sugiono]
