Bandar Lampung

Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Unila Unjuk Rasa, Ini Poin-Poin yang Diperjuangkan

Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Unila Unjuk Rasa, Ini Poin-Poin yang Diperjuangkan

Unjuk rasa damai mahasiswa ekonomi dan bisnis Unila. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Sejumlah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unila yang menamakan diri Aliansi FEB Menggugat, melaksanakan unjuk rasa damai, Senin, 26/5/2025.

Dalam rilis yang diterima redaksi, Aliansi FEB Menggugat melalui koordinator lapangan, M. Zidan Azzakri, menilai kampus mereka dilanda krisis multidimensi.

Misalnya, ketiadaan transparansi, ketidakadilan, hingga fasilitas kampus yang tak layak.

Sejak pukul 08.00 WIB, massa berkumpul di parkiran Perpustakaan Unila dan bergerak menuju pelataran Dekanat FEB Unila pukul 10.00 WIB.

Pukul 10.30 WIB, mahasiswa tiba di lokasi dan diterima Dekan, Wakil Dekan 1 Bidang Akademik dan Kerja Sama, serta Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.

Mahasiswa menuntut penghapusan organisasi kemahasiswaan (ormawa) yang terlibat kekerasan dan pelanggaran etik.

Mahasiswa ingin kampus menuntaskan kasus hingga pelaku diadili, memberikan klarifikasi publik, dan menghentikan pembungkaman korban.

Sebab, klaim Zidan, menurut bukti rekaman medis, pernyataan korban dan keluarga, bukti percakapan di aplikasi WhatsApp, terindikasi terjadi kekerasan, intimidasi, dan pembungkaman oleh Dekanat dan ormawa bersangkutan.

Pengunjuk rasa juga menginginkan transparansi keuangan dekanat, evaluasi total kinerja staf kampus, fleksibilitas waktu penggunaan fasilitas kampus, kesetaraan hak akses fasilitas kampus, penyediaan fasilitas parkir memadai, dan melengkapi fasilitas akademik Gedung F, AC, proyektor, dan lainnya.

Ia menyatakan pihaknya akan terus meneruskan aksi dengan jumlah peserta lebih besar.

Pihaknya juga menuntut Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM-U) Lampung dan Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas (DPM-U) Lampung membuat konsolidasi.

Zidan dalam rilis menulis, pihaknya berkomitmen mengadakan unjuk rasa ke Rektorat Unila sebagai respons dari sikap Dekanat yang mengalihkan masalah ini ke Rektorat. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda