Opini

Mahasiswa Bahasa Prancis, Saatnya Aktif di Media Sosial

Mahasiswa Bahasa Prancis, Saatnya Aktif di Media Sosial

Setia Rini

Oleh Setia Rini, Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila

Di era digital yang serba visual dan interaktif seperti sekarang, cara belajar bahasa asing tak lagi terbatas pada ruang kelas dan buku teks. Platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube bukan hanya tempat hiburan, tetapi juga ruang alternatif yang bisa dimanfaatkan untuk mengasah keterampilan aktif dalam berbahasa asing, termasuk bahasa Prancis.

Bagi mahasiswa bahasa Prancis, keterampilan berbicara (Production Orale/PO) dan menulis (Production Écrite/PE) adalah dua kemampuan aktif yang menjadi tantangan besar. Tidak sedikit mahasiswa yang pasif secara linguistik meskipun nilai ujian mereka baik.

Banyak yang merasa tidak percaya diri berbicara atau merasa bingung harus menulis apa dan bagaimana dalam bahasa Prancis. Padahal, tanpa praktik aktif dan berani tampil, bahasa tak akan pernah menjadi alat komunikasi yang sesungguhnya.

Media sosial memberikan peluang besar untuk itu. Cobalah perhatikan bagaimana mahasiswa bisa merekam dan mengunggah video singkat berbahasa Prancis ke Instagram atau TikTok.

Format seperti video reels, instastory dengan subtitle, hingga challenge berbicara bisa menjadi latihan yang tidak hanya praktis, tetapi juga menyenangkan.

Begitu pula dengan YouTube. Mahasiswa bisa membuat vlog pendek berbahasa Prancis, misalnya tentang kegiatan sehari-hari, review buku atau film, atau bahkan cerita pengalaman belajar bahasa asing. Dalam prosesnya, mahasiswa tidak hanya belajar mengucapkan kata dengan benar.

Mereka juga mulai memperhatikan struktur kalimat, pemilihan kosakata, hingga memperbaiki diksi dan gramatika. Proses menulis caption atau membuat script video dalam bahasa Prancis adalah latihan PE yang tidak terasa kaku, justru lebih hidup dan sesuai konteks kekinian.

Tentu saja, penggunaan media sosial bukan tanpa tantangan. Distraksi dan kecenderungan lebih fokus pada tampilan daripada isi bisa menjadi kendala.

Namun, dengan bimbingan dan arahan yang tepat, potensi edukatifnya justru bisa dimaksimalkan.

Beberapa tahun terakhir, saya mulai menerapkan tugas semacam ini di kelas. Mahasiswa diminta mengunggah hasil tugas PO dan PE mereka ke Instagram kelas. Misalnya @prcb.iells dan @franceclasss.a yang merupakan IG kelas Angkatan 2022 dan @francaisunila21 angkatan 2021.

Mahasiswa melakukan praktik menulis dan berbicara melalui akun Instagram kelas. Hasilnya?

Mereka jauh lebih termotivasi, lebih percaya diri, dan bahkan saling belajar dari karya teman-teman mereka. Ini bukan hanya soal bahasa, tetapi juga membangun ekosistem pembelajaran yang saling mendukung.

Sudah saatnya kita tidak lagi membatasi belajar bahasa asing hanya dalam bentuk latihan tertulis dan lisan yang konvensional. Dunia digital adalah bagian dari dunia mahasiswa hari ini, maka manfaatkanlah. Karena sejatinya, bahasa adalah untuk dipakai, bukan hanya untuk dipelajari. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda