Bandar Lampung

M Afif Al Fahmi Asri Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unila, Tembus 10 Besar Aksaranya Cipta Puisi 2025

M Afif Al Fahmi Asri Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unila, Tembus 10 Besar Aksaranya Cipta Puisi 2025

M Afif Al Fahmi Asri. | Dandy HR

Wartalampung.id, Bandar Lampung – M. Afif Al Fahmi Asri, mahasiswa Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia FKIP Unila berhasil masuk 10 besar dan lolos pembukuan dari total 828 peserta dalam ajang Aksaranya Cipta Puisi 2025 yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa PBSI Universitas Tidar.

Dalam wawancara hari ini, Afif menjelaskan bahwa pendaftaran dan pengumpulan karya berlangsung pada 6 Mei-6 Juni 2025, kemudian penjurian dilakukan pada 9-24 Juni, dan pengumuman 10 besar dilaksanakan pada 26 Juni 2025.

Seluruh rangkaian lomba dilakukan secara daring sehingga membuka kesempatan bagi peserta dari berbagai daerah.

Motivasi Afif mengikuti lomba ini adalah untuk memperluas personal branding di bidang kepenulisan sekaligus menguji kualitas karyanya di kancah nasional.

“Saya ingin melihat sejauh mana karya saya bisa diapresiasi oleh pembaca yang lebih luas,” ujarnya.

Puisi yang ditulis Afif mengangkat tema waktu dan kehilangan. Ia berusaha menghadirkan narasi yang dekat dengan keseharian pada makna emosional.

“Saya ingin menunjukkan bahwa yang paling menyakitkan bukan cepatnya waktu berjalan, tetapi caranya pergi tanpa memberi kesempatan berpamitan,” jelasnya.

Menurut Afif, salah satu faktor yang membuat puisinya terpilih adalah kejelasan alur cerita yang dibangun.

“Saya selalu menyelipkan kisah agar ada emosi yang lebih kuat, sehingga pembaca merasa terhubung dengan isi puisi,” tambahnya.

Perasaan haru dan syukur dirasakannya ketika namanya diumumkan masuk 10 besar.

“Awalnya tidak menyangka bisa terpilih dari ratusan peserta. Rasanya membesarkan hati sekaligus menjadi semangat baru untuk terus menulis,” katanya.

Bagi Afif, pencapaian ini menjadi bukti bahwa menulis bisa berjalan seiring dengan kesibukan akademik.

Ia mengaku tantangan terbesar adalah menjaga keseimbangan antara kedalaman emosi dan kejelasan narasi, serta konsistensi menulis di tengah padatnya aktivitas kuliah.

Keluarga dan teman pun memberikan apresiasi positif. Bahkan, Afif kini sedang menyiapkan buku puisi keduanya setelah sebelumnya menerbitkan buku puisi pertama.

“Saya ingin lebih konsisten menulis dan semoga karya-karya saya bisa memberi manfaat, tidak hanya untuk diri saya, tapi juga bagi pembacanya,” tutup Afif. [Dandy HR]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda