Zaki Alfarizi. | Delima Kurnia
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Perjalanan Zaki Alfarizi, mahasiswa Program Studi Bahasa Prancis FKIP Unila angkatan 2024, mencapai titik baru pada ajang Muli Mekhanai Unila 2025.
Berhasil menyandang gelar Mekhanai Pendidikan dan Kebudayaan, sebuah amanah yang menurutnya bukan hanya prestasi pribadi, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab, Senin, 29/9/2025.
Bagi Zaki, gelar tersebut tidak sekadar status. Ia menganggapnya sebagai panggilan untuk terus belajar, berkembang, dan berkontribusi nyata, khususnya dalam dunia pendidikan dan pelestarian budaya Lampung.
“Saya merasa sangat bersyukur, bangga, dan terharu. Gelar ini hadiah dari perjuangan, doa, dan dukungan keluarga, teman, serta orang-orang terdekat,” ungkapnya penuh rasa haru.
Dengan penuh keyakinan “Setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh pasti akan membuahkan hasil,” ujarnya.
Semangat inilah yang akhirnya mengantarkannya pada gelar Mekhanai Pendidikan dan Kebudayaan di panggung Muli Mekhanai Unila 2025.
Bagi Zaki, gelar saat ini hanyalah sebuah langkah awal, kedepannya ia sudah berencana untuk menyiapkan program yang akan mengangkat potensi budaya Lampung melalui pendekatan pendidikan.
“Harapannya, anak-anak muda semakin mencintai budaya sendiri sekaligus mampu memperkenalkannya secara lebih luas,” tambahnya.
Sebagai Mekhanai Pendidikan dan Kebudayaan, Zaki terus berusaha untuk mencerminkan nilai-nilai positif seperti menjaga sikap, tutur kata, serta perbuatannya.
Lebih dari itu, ia berharap bisa menjadi jembatan antara dunia pendidikan dengan kebudayaan baik di lingkungan kampus maupun di masyarakat.
Zaki berpesan pada dirinya sendiri untuk tetap rendah hati.
“Pesan saya untuk diri sendiri, tetap rendah hati, jangan cepat puas, dan terus melangkah lebih jauh. Gelar ini bukan akhir, melainkan awal dari cerita besar yang harus ditulis dengan usaha, dedikasi, dan cinta,” tutupnya.
Zaki Alfarizi menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya bisa bersuara di ruang akademik, tetapi juga mampu menjadi wajah representatif kebudayaan di tengah masyarakat. [Delima Kurnia]

Tinggalkan Komentar Anda