Abdul Hakim. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Jakarta – Anggota Komite IV DPD RI asal daerah pemilihan Lampung Abdul Hakim prihatin terhadap data UMKM di Lampung. Sebab, sebagai pelaku ekonomi terbesar, akurasinya dalam hal jumlah masih dinilai kurang.
Selain itu, Hakim menilai, ada tumpang tindih antara sumber satu dan yang lainnya. Ini yang mendasari Abdul Hakim membawa isu ini saat mengunjungi Kementerian Koperasi dan UMKM di Jakarta, Rabu kemarin, 12/4/2022.
Hakim mengatakan, data yang akurat menjadi sangat penting untuk memastikan program dan alokasi dana pengembangan UMKM mengalir dengan baik dan tepat sasaran.
Senator Lampung itu diterima Sekretaris Menteri (Sesmen) Arif Rahman Hakim beserta jajarannya. Sesmen memaparkan program pemberdayaan koperasi dan UMKM yang diarahkan kepada lima transformasi.
Lima hal itu adalah tranformasi usaha informal ke formal, digital dan pemanfaatan teknologi, rantai pasok, pertumbuhan wirausaha produktif, dan koperasi modern.
Dalam kesempatan itu pula didiskusikan tentang pola distribusi KUR serta penyaluran dana bergulir bagi koperasi.
Saat ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi koperasi dan UKM. Khususnya yang bergerak pada sektor riil.
Seperti pertanian, perikanan, peternakan, pariwisata, yang berbasis ekspor atau substitusi impor.
Hakim ingin, transformasi UMKM dan koperasi di Lampung.menjadi lebih baik dan kuat. Untuk itu, perlu mendapatkan perhatian serta pendampingan yang serius.
Untuk ini, kata dia, perlu dibuka komunikasi yang lebih intensif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat terkait.
Tujuannya, agar dapat bersama menuntaskan program.kerja pemerintah yakni menyejahterakan masyarakat. []
