Drama mahasantri saat muhadarah kubra Mahad Al Jamiah UIN Raden Intan Lampung. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Mahad Al Jamiah UIN Raden Intan Lampung melaksanakan kegiatan rutin muhadarah kubra. Muhadarah kubra kali ini diadakan pada Sabtu malam lalu, 2/12/2023 dengan mengusung tema Hari Guru Nasional.
Dalam kegiatan muhadarah kubra ini, banyak sekali penampilan dari mahasantri yang ditampilkan. Salah satunya adalah penampilan dari gedung A asrama putra.
Pada muhadarah kubra kali ini, penghuni gedung A asrama putra berkesempatan menampilkan dua penampilan, yakni koreografi dan drama. Sebanyak 10 orang penampil koreografi dan 9 orang penampil drama.
Penampilan koreografi dan drama dari gedung berhasil menghibur semua penonton yang hadir. Khususnya penampilan drama mendapat banyak sorotan.
Pasalnya, para tokoh dan alur cerita yang menarik. Alur ceritanya pun tidak monoton karena di drama tersebut ada adegan jenaka dan menyedihkan.
Yang paling menjadi sorotan pada saat penampilan adalah dua orang santri putra yang berperan menjadi santriwati. Saat mereka memasuki panggung, sontak penonton tertawa.
Hal inilah yang benar-benar mengundang gelak tawa penonton. Tentu hal itu sangat unik dan jarang ditemukan di tempat lain.
Penampilan drama ditutup dengan prosa sedih yang dibacakan oleh pemeran utama dalam drama tersebut. Prosanya berjudul “Rindu Guru Tercinta” sesuai dengan tema muhadarah kubra kali ini yang ditujukan untuk memperingati Hari Guru.
Setelah penampilan usai, beberapa penampil memberikan komentarnya. Anas, pemeran utama di drama, mengatakan, ia puas bisa mengibur semua penonton.
“Walaupun ada sedikit miskomunikasi dengan sama operator acaran, tapi alhamdulillah lancar,” katanya.
Ikhsan, pemeran santriwati, mengatakan, sebelum tampil, ia merasa gugup lantaran juga sedikit malu berperan sebagai perempuan.
Akan tetapi, kata dia, sewaktu penampilan, ia puas.
“Penontonnya pecah,” ujarnya. [Handika Firmanda]

Tinggalkan Komentar Anda