Berita Foto Bisnis

Klinik Blastula IVF Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang Tawarkan Program Bayi Tabung Rp60 Juta, Bisa Dicicil Kerja Sama BNI

Klinik Blastula IVF Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang Tawarkan Program Bayi Tabung Rp60 Juta, Bisa Dicicil Kerja Sama BNI

Seminar bayi tabung. | Sugiono

Seminar bayi tabung. | Sugiono

Wartalampung.id, Bandar Lampung –  Hampir setiap pasangan menginginkan  anak setelah  menikah. Namun, pada prosesnya, untuk hamil dan punya anak ada yang mudah dan juga ada yang tidak.

Banyak faktor penyebab  belum memiliki anak dan keturunan, baik dari segi kesehatan, kesuburan, maupun lainnya. Berbagai upaya dilakukan agar segera buah hati yang didambahakan segara hadir.

Tantangan tersebut dijawab klinik bayi tabung pertama di Palembang. Klinik Blastula IVF yang berada di Rumah Sakit Siloam Sriwijaya, Palembang, dapat mewujudkan harapan setiap pasangan.

Demikian terungkap saat seminar seputar Promil Blastula IFV Centre Siloam Goes To Lampung di Hotel Novotel Lampung Minggu 12/6/2022.

Dalam seminar tersebut menghadirkan lima narasumber yakni, dr Aerul Chakra SpoG-KFER, MIGS, dr, Variant ono Azwar SpoG-KFER, dr, Ody Wijaya SpoG-KFER, dr, Dwi Silvia Indrasari SpoG-KFER, dan dr, Oriza Zulkarnain SpoG-KFER. Seminar diikuti 31 pasangan dari  Bandar lampung.

Kepada awak media usai acara seminar, Kepala Klinik Blastula IVF Rumah sakit Siloam dr. Aerul Chakra SpOG- KFER. MIGS. mengatakan, tidak seluruh pasangan mudah untuk mendapatkan keturunan.

Karena untuk hamil dan memiliki anak, kata Aerul Chakra, tubuh kita harus memiliki sel sperma dan sel indung telur yang sehat sehingga menghasilkan embrio yang berkualitas.

Maka, kata dia, program bayi tabung adalah salah satu alternatif untuk mendapatkan kehamilan dan anak.

Ia berujar, syarat untuk bisa hamil ada dua faktor di pria dan wanita yang keduanya harus bagus. Faktor pria yakni sel sepermanya baik dan faktor dari wanita atau istri organ rahimnya baik yakni saluran indungnya harus bagus dan sel indung telur harus baik.

Jika unsur salah satu keduanya tersebut tidak terpenuhi, kata dr Chakra, layak untuk mengikuti program bayi tabung.

Ia menjelaskan, program bayi tabung sangatlah mudah dan cepat dirasakan kemanfaatannya. Menurutnya, tidak ada batasan pasien ikut bayi tabung selama tersedianya cadangan sel telur pada keduanya.

Direktur Siloam Hospitals Sriwijaya dr Bona Fernando mengatakan, sejak beroperasinya Klinik Bayi Tabung Blastula IVF Siloam Sriwijaya  sampai saat ini telah melakukan tindakan sebanyak 300 bayi tabung.

Ia menyatakan, program bayi tabung di Klinik Blastula IVF Siloam memiliki tingkat keberhasilan sebesar 50 persen sukses tingkat kehamilan.

Ia mengungkapkan, dari 300 pasien bayi tabung, yang sudah melahirkan sebanyak 67 orang. Bahkan ada yang lahir anak kembar.

Sebab itu, kesuksesan program bayi tabung Rumah Sakit Siloam Palembang ingin dibagikan ke masyarakat Lampung, apalagi  pasien sukses melahirkan 20 persen dari Lampung.

“Kami ingin membuat konsep Blastula Family yang ingin bekerja sama dengan blastula opsi dokter di Lampung. Jadi pasien tidak perlu menghabiskan waktu di Palembang,” ujarnya.

“Sebelum ke Blastula, pasien bisa check up analisis di dokter yang ada di Lampung. Sehingga nanti pada saat ke klinik, ketika mau petik sel telur dan embrio transfer,” terangnya.

Ia menjelaskan, banyak faktor yang menyebabkan pasien mengambil langkah ke alternatif bayi tabung. Pertama, terindikasi ketubannya atau sel spermanya bermasalah.

Meskipun memikirkan besar tingkat kehamilan dan kelahiran, banyak pasien yang enggan ikuti program bayi tabung karena besar biaya yang harus dikeluarkan.

“Banyak pasien yang datang usianya lanjut. Atau juga mereka sudah ikut IVF yang lain sehingga biaya mereka sangat terbatas.”

Pembayaran program bayi tabung Klinik Blastula IVF Siloam Sriwijaya dapat diangsur.

Maka itu, kata Bona Fernando, pihaknya memberikan kemudahan bekerja sama dengan BNI pasien dapat membayar secara dicicil dan juga pihaknya memberikan harga promosi sehingga mereka sedikit mendapat keringanan ikut program bayi tabung.

“Bersyukur di Blastula ada perusahan asuransi yang mendukung,” ujarnya.

Fernando berkata, untuk tarif harga bayi tabung sebesar Rp60 juta. Namun, harga tersebut untuk pasien yang berusaha produktif. Sementara untuk pasien lanjut usia bisa lebih dari itu karena besarnya dosis obat-obatan yang juga harus dikeluarkan.

Hesley Yuci, pasien bayi tabung asal Bandar Lampung, mengaku, sekali mengikuti program bayi tabung langsung sukses melahirkan.

Ia mengkuti program tersebut pada Juni 2021 dan melahirkan pada Juni 2022.

Sebelumnya, dia telah mengikuti serangkai program kehamilan dari berbagai rumah sakit namun belum berhasil melahirkan. Ketika konsultasi ke dr. dr. Aerul Chakra (Kepala Klinik Blastula IVF Rumah Sakit Siloam), jalan satu-satunya dengan mengikuti program bayi tabung karena tidak bisa dengan inseminasi. [Sugiono]

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda