Ary Meizari. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Program magang mahasiswa di beberapa industri dan UMKM di Lampung dikritik Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung Ary Meizari.
Ia mengatakan, bukannya diberikan keterampilan, mahasiswa magang malah hanya disuruh bikin kopi. Hal itu menyebabkan program magang menjadi sia-sia.
Demikian kata Ary di kantor Apindo Lampung saat menerima anggota Komite IV DPD RI asal daerah pemilihan Lampung Abdul Hakim, Selasa, 24/8/2021.
Ary mengatakan, Apindo bekerja sama dengan banyak kampus untuk program Kampus Merdeka. Kampus menempatkan mahasiswa magang di beberapa industri dan UMKM.
Ia mendorong ke depan agar kesepakatan yang lebih pasti perihal magang mahasiswa. Ia ingin mahasiswa magang mampu memaksimalkan potensi untuk pengembangan UMKM.
Misalnya dalam hal pemasaran, teknologi informasi, produksi, dan sebagainya.
Sebelumnya, kata Ary, akan lebih baik jika mahasiswa magang diberikan pembekalan dari mentor.
Ary mengatakan, ia senang mahasiswa dilibatkan dalam pengembangan UMKM saat mereka diberikan kesempatan magang.
Magang, kata dia, akan optimal jika mahasiswa tahu apa yang mesti ia kontribusikan di tempat magangnya. [Sugiono]
