Berita Foto Opini

Ketika Mudik Idul Fitri Terhalang Pandemi

Ketika Mudik Idul Fitri Terhalang Pandemi

Desy Rahma Wati. | Dokumentasi

Desy Rahma Wati. | Dokumentasi

Oleh Desy Rahma Wati (Mahasiswa Magister Komunikasi dan Penyiaran UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

Lebaran merupakan nama lain dari raya umat Islam, baik Idul Fitri maupun Idul Adha yang dirayakan setiap tahun atau setiap bulan Syawal setelah sebulan umat muslim melaksanakan puasa Ramadan. Lebaran sesungguhya adalah momen kemenangan batin setelah berpuasa.

Lebaran Idul Fitri atau disebut “lebaran Mudik” karena dilaksanakan ketika Idul Fitri tiba. Sudah menjadi tradisi umat muslim melakukan mudik, pergi menuju kampung halaman untuk berkumpul dengan sanak saudara khususnya bagi yang tinggal di kota besar atau di luar daerah tempat tinggal.

Mudik Lebaran adalah suatu tradisi untuk berkumpul lagi bersama keluarga dalam suasana perayaan hari raya atau orang biasanya menyebutkan dengan Lebaran.

Orang-orang rela antre, berdesak-desakan bahkan macet panjang demi melaksanakan tradisi pulang kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga saat Lebaran tiba.

Bagaimana dengan tahun ini apakah kita bisa mudik Lebaran dan merasakan kumpul dengan sanak saudara ?

Meskipun mudik sudah menjadi tradisi Indonesia, berbeda dengan tahun ini dan sebelumnya. Terdapat larangan mudik saat Lebaran. Untuk pencegahan penyebaran Covid-19 agar tidak meluas dan dapat terhentikan.

Banyak aturan yang dibuat oleh pemerintah untuk pemutusan tali rantai penyebaran Covid-19 ini. Salah satunya dengan menjaga jarak, memakai masker saat berpergian keluar rumah sampai dilakukan vaksinasi kepada masyarakat Indnesia. Hal ini dilakukan agar Covid-19 dapat hilang dan kehidupan masyarakat di Indonesia dapat berjalan kembali normal. Oleh sebab itu tidak diperbolehkannya masyarakat untuk mudik lebaran.

Sebagian kecewa dengan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tentang larangan mudik Lebaran karena pandemi Covid 19 belum usai. Sebab bagi mereka, di sisi lain pemerintah membiarkan terjadi misalnya pernikahan, mall, pasar dan tempat wisata tetap buka. Kebijakan pemerintah tak sejalan dengan membiarkan terhadap kerumunan lainya yaitu acara pernikahan artis.

Larangan mudik sangat melukai hati anak di tanah rantau.  Penantian setahun sekali momen Lebaran yang ditunggu seorang anak rantau untuk pulang ke rumah orangtuanya.

“Mudik gak mudik corona tetap ada. Tetapi lebaran tahun depan belum tentu orang tua masih ada . Kata-kata ini yang tengah ramai di berbagai media sosial sebagai bentuk rasa kecewa para anak rantau.

Mengungapkan isi hati perantau, menggambarkan tentang sebuah kerinduang. Juga mencerminkan ketidakberdayaan untuk melepas rindu Ketika ingin merayakan hari raya bersama orangtua tapi terhalang oleh pandemi Covid-19.

Wahai anak rantau, orang tua di kampung sedang menanti kepulanganmu di rumah. Rasa rindu yang terpendam lama serta ingin menikmati hari raya bersama. Tradisi mudik menjadi dilema saat rindu dan pandemi covid-19 yang tak pernah tau kapan akan usai. []

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda