Kepala Desa Rulung Raya Maryoto. | Sugiono

Wartalampung.id, Rulung Raya – Kepala Desa Rulung Raya, Maryoto, ingin desanya viral dan dikenal sampai ke tingkat nasional. Namun, ia ingin desanya dikenal karena sesuatu yang positif dan memang ada yang bisa diandalkan.
Ini ia kemukakan saat menerima 105 ribu ekor bibit ikan jelabat dan baung yang dilepas di sungai dan embung desa setempat.
Bibit ikan jelabat dan baung diserahkan Ketua Komisi II DPRD Lampung Wahrul Fauzi Silalahi dan Kabid Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Lampung Sutaryono hari ini.
Maryoto bilang, ia ingin membangun desanya supaya punya destinasi wisata yang khas. Embung desa, kata dia, sedang diupayakan untuk menjadi destinasi wisata yang menarik.
Misalnya dari segi keindahan, beberapa spot foto yang Instagrammable, dan ikan jelabat yang dikenal sebagai spesies yang kaya protein dan punya harga yang tinggi.
Maryoto mengatakan, ia ingin destinasi wisata di desa ini berkembang. Ke depan, kata dia, pihaknya akan mengaktifkan Kelompok Masyarakat Sadar Wisata atau Pokdarwis.
“Dengan adanya Pokdarwis nanti, saya ingin desa ini viral. Lalu dikunjungi banyak orang untuk menikmati wisata di desa ini. Kami akan kerja keras mewujudkannya,” kata Maryoto.
Maryoto meminta Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas) untuk menjaga bibit ikan yang sudah disebar ke sungai dan embung.
“Kami akan larang penggunaan putas dan setrum. Kami akan jaga bibit ikan dari Dinas Kelautan dan Perikanan ini,” ujarnya.
Yudi Haryono, Ketua Pokmaswas setempat, juga setuju jika desa mereka menjadi viral karena sesuatu yang positif. Ia berkomitmen menjaga bibit ikan dan embung serta sungai agar asri dan lestari.
“Dengan kekompakan, kami yakin beberapa tahun ke depan desa ini akan viral. Silakan ke Desa Rulung Raya untuk menikmati ikan jelabat dan baung,” urai Yudi Haryono.
Sebelumnya diberitakan, hari ini Ketua Komisi II DPRD Lampung Wahrul Fauzi Silalahi dan Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Lampung Sutaryono mendistribusikan 105 ribu bibit ikan jelabat dan baung ke sungai dan embung desa setempat. [Sugiono]
