Keluarga Nur Ngazizah. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Metro – Nur Ngazizah adalah istri dari Lystiawan, dan ibu dari dua anak laki-laki. Ia sekarang telah menjadi oma bagi seorang cucu perempuan. Kiprahnya di Salimah sudah tidak diragukan lagi.
Nora, begitu panggilan akrabnya. Nama beken yang sangat terkenal, “mengalahkan” nama PB Swalayan yang menjadi tempat usahanya.
“Ayo, Bu, beli ke Mbak Nora,” begitu pasti rengekan anak-anak kecil di Poncowati kalau minta dibelikan sesuatu.
Walaupun sampai di toko, mereka tak pernah tahu wanita mana yang bernama Nora.
Nora telah menjadi Bendahara Umum PD Salimah Lampung Tengah selama 10 tahun lebih. Ia pula yang menjadi donatur terbesar dalam semua kegiatan Salimah.
Padahal, kesibukannya mengurus 10 cabang Putra Baru Swalayan yang tersebar di Lampung dan Jawa, sudah sangat menguras waktunya.
Ia bahkan tak pernah berada di rumahnya selama sebulan penuh karena harus berkeliling ke berbagai swalayan.
Tak hanya di Salimah, kiprah Nur Ngazizah pun ada di berbagai organisasi perempuan lain. Tahun 2021, ia mendapat penghargaan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan sebagai salah satu Penggerak Perempuan Lampung.
Tak lelah menjalani dunia bisnis dan organisasi, Nora pun mengembangkan dakwahnya dengan mendirikan Muhammadiyah Boarding School di tingkat SMP dan SMA.
Bahkan, lingkungan rumahnya ia jadikan sebagai pondok tempat menginap santriwati. Ia tak sedikit pun merasa terganggu dengan riuhnya anak-anak.
Justru, Nora merasa sepi, rindu dengung suara mengaji, saat para santri berlibur.
Karena eksistensinya inilah yang menjadikan ia dinobatkan menjadi wakil Lampung dalam ajang Ibu Teladan Salimah Tahun 2021. [Hertuningyas/PD Salimah Lampung Tengah]
