Agus Mukhandar
Oleh Agus Mukhandar (Penyuluh Agama Bandar Lampung)
Banyak orang membayangkan bahwa pernikahan adalah akhir dari masalah. Padahal yang benar, pernikahan adalah awal dari ujian yang lebih luas. Bukan untuk menyulitkan, tetapi untuk menaikkan derajat kita di sisi Allah.
1. Hakikat Sakinah: Tenang di Tengah Ujian
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa tenteram kepadanya…”
(QS. Ar-Rum: 21)
Makna sakinah bukan berarti tidak ada masalah, tetapi ada ketenangan dalam menghadapi masalah.
Rumah tangga pasti diuji:
• perbedaan sifat
• ekonomi
• keluarga besar
• bahkan kesalahpahaman kecil
Namun yang membedakan adalah cara menyikapinya.
2. Konflik Itu Pasti, Tapi Jangan Salah Cara
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya, dan yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik kepada istrinya.”
(HR. Tirmidzi)
Artinya:
• konflik boleh terjadi
• tapi akhlak tidak boleh hilang
Kesalahan umum pasangan:
• ingin menang sendiri
• mengungkit masa lalu
• diam berhari-hari (silent treatment)
• melibatkan orang lain tanpa kebutuhan
Padahal rumah tangga bukan tempat menang-kalahan, tapi tempat saling menguatkan.
3. Kunci Menyelesaikan Masalah dalam Rumah Tangga
a. Kembali kepada Allah
“Jika kamu berselisih dalam sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul…”
(QS. An-Nisa: 59)
Artinya:
• gunakan Al-Qur’an dan sunnah sebagai rujukan
• bukan ego dan perasaan semata
b. Komunikasi yang Baik
“Dan ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia…” (QS. Al-Baqarah: 83)
Dalam rumah tangga:
• jangan bicara saat emosi memuncak
• pilih kata yang lembut
• dengarkan, bukan hanya ingin didengar
c. Saling Memaafkan
Allah ﷻ berfirman:
“Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada…” (QS. An-Nur: 22)
Tidak ada pasangan yang sempurna. Kalau ingin rumah tangga langgeng, maka: harus siap memaafkan, bukan hanya menuntut
d. Sabar dan Menahan Emosi
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Orang kuat bukanlah yang pandai bergulat, tetapi yang mampu menahan marah.”
(HR. Bukhari & Muslim)
Kadang masalah kecil jadi besar karena:
• emosi tidak dikendalikan
• ucapan menyakitkan keluar tanpa control
4. Jangan Bandingkan Rumah Tangga dengan Media Sosial
Di zaman sekarang, banyak pasangan:
• membandingkan dengan kehidupan orang lain
• melihat kebahagiaan semu di media sosial
Padahal yang terlihat indah belum tentu nyata yang terlihat sederhana belum tentu menderita
Fokuslah memperbaiki rumah tangga sendiri, bukan membandingkan.
5. Tujuan Pernikahan: Ibadah, Bukan Sekadar Bahagia
Jika tujuan hanya bahagia: ketika masalah datang, mudah goyah Tapi jika tujuannya ibadah: maka sabar, ikhlas, dan perjuangan menjadi bagian dari pahala
Penutup
Rumah tangga yang sakinah bukan yang tanpa masalah, tetapi yang mampu menyelesaikan masalah dengan iman, sabar, dan akhlak.
Semoga Allah ﷻ:
• menjadikan rumah tangga kita penuh keberkahan
• menanamkan cinta yang diridhai
• dan menjauhkan dari perpecahan
“Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan sebagai penyejuk hati, dan jadikan kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan: 74)

Tinggalkan Komentar Anda