Debat Publik Antar-Calon Wakil Wali Kota Bandar Lampung. | Dokumentasi KPU Bandar Lampung

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Calon wakil wali kota Bandar Lampung nomor urut 1 Johan Sulaiman menyebut ada indikasi korupsi pada pembangunan Masjid Al Furqon, Lungsir. Johan juga menilai pembangunan Masjid Al Furqon tanpa studi kelayakan yang memadai. Akibatnya, saat hujan deras, ada air terjun di masjid besar ini.
Bukan sebagai pusat wisata, kata Johan, tapi air terjun lantaran hujan deras di bangunan itu wujud ketidakbecusan pada perencanaan.
Johan Sulaiman mengatakan, jika seluruh proyek pembangunan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan turun.
Demikian intisari pernyataan Johan Sulaiman saat debat publik antarcalon wakil wali kota di Hotel Emersia gelaran KPU Bandar Lampung, Rabu malam, 18 November 2020.
Pada sesi saling bertanya, Johan melontarkan pernyataan dan pertanyaan itu kepada calon wakil wali kota nomor urut 3 Deddy Amarullah yang berpasangan dengan Eva Dwiana, istri petahana Wali Kota Bandar Lampung Herman HN.
Menjawab itu, Deddy bilang semua akan terjawab jika sudah masuk ranah hukum. Dan selama ini, kata Deddy, indikasi yang disebut Johan, tidak ada yang sampai ke ranah pengadilan.
Pilkada Bandar Lampung akan digelar pada 9 Desember mendatang. Tiga pasangan calon pesertanya berturut-turut nomor 1 Rycko Menoza-Johan Sulaiman, nomor 2 Yusuf Kohar-Tulus Purnomo, dan nomor 3 Eva Dwiana-Deddy Amarullah. [Sugiono]
