Berita Foto Bandar Lampung

IZI Lampung Bantu Pengobatan Bayi Azka Penderita Penyakit Genetik Langka Rapuh Tulang

IZI Lampung Bantu Pengobatan Bayi Azka Penderita Penyakit Genetik Langka Rapuh Tulang

Laznas IZI Lampung menyerahkan  bantuan pengobatan untuk Muhammad Azka Al -Ayyubi. | Dok

Laznas IZI Lampung menyerahkan  bantuan pengobatan untuk Muhammad Azka Al -Ayyubi. | Dok

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Laznas IZI Lampung menyerahkan  bantuan pengobatan untuk Muhammad Azka Al -Ayyubi bayi yang baru genap berusia dua bulan, Senin, 29/8/2022.

Bayi Azka ini divonis dokter menderita penyakit penyakit langka osteogenesis imperfecta (OI).

Azka merupakan putra pertama pasangan Didi Ferdiyanto (30 tahun) dan Tuti Legi Yanti (29 tahun) warga Kaliawi, Tanjungkarang Pusat. Didi sehari-harinya bekerja disebuah kedai sate, sedangkan istrinya hanya seorang IRT.

OI atau sering disebut penyakit rapuh tulang merupakan sebuah penyakit genetik yang langka yang membuat tulang mudah patah, bahkan hanya karena cedera yang ringan. Penyakit ini membutuhkan pengobatan seumur hidup.

“Anak saya Azka ini lahir normal namun ketika dokter di rumah sakit memeriksanya sebelum dibawa pulang terdapat semacam memar di paha kirinya. Tadinya dikira akibat bekas suntikan,” kata Didi.

“Kemudian dokter menyarankan agar nanti setelah sebulan anak saya ini diperiksa ulang lagi di rumah sakit untuk memastikan penyebab memarnya tersebut,” jelas Didi.

Setelah diperiksa beberapa dokter, ternyata penyebab memar merah dipahanya itu karena ada tulangnya yang patah. Oleh dokter, bayi Azka kemudian mendapat tindakan gips di kaki kanannya tersebut.

“Di sinilah kemudian dokter mengatakan kalau Azka ini ternyata menderita penyakit rapuh tulang atau OI dan harus ekstrahati-hati merawatnya. Karena salah gendong aja bisa patah kembali tulangnya,” kata Didi.

Namun setelah dua minggu di rumah, pada suatu pagi bayi Azka menangis seharian tak henti. Esok harinya lalu ia kembali dibawa ke rumah sakit oleh orang tuanya.

Hasil pemeriksaan dokter ternyata kali ini tulang kaki kirinya yang patah.

“Anak saya lalu digips kedua kakinya sampai perut oleh dokter. Jadi setengah badannya digips dan mendapat obat juga,” terang Didi.

Dokter juga menerangkan nantinya setelah perawatan ini selesai, setiap enam bulan sekali bayi Azka mesti disuntik obat melalui infus sebagai penguat tulangnya.

“Namun kata dokter obatnya sangat mahal. Kira-kira sekitar Rp5 juta untuk sekali suntik dan obat ini kemungkinan tidak ditanggung BPJS,” terangnya.

Tentu ini terasa berat bagi Didi. Mengingat penghasilannya yang hanya pas-pasan dan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saja.

“Alhamdulillah IZI bisa sedikit meringankan untuk membantu biaya pengobatan bayi Azka melalui Program Lapors. Dana ini berasal dari zakat infak dan sedekah para donatur IZI. Semoga bisa bermanfaat,” kata Desy Roa, Kabid Pendayagunaan IZI. [Adriansyah/IZI Lampung]

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda