SMAN 1 Natar
Wartalampung.id, Natar – SMAN 1 Natar menghadirkan suasana berbeda dalam agenda penyerahan nilai rapor tengah semester ganjil yang dilaksanakan pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Berbeda dengan metode konvensional, sekolah yang dipimpin oleh Kepala SMAN 1 Natar, Edi Pristiyono, ini menerapkan metode baru yang disebut Model Dialog Sinergi.
Dalam model ini, murid diposisikan sebagai tokoh utama yang menyampaikan langsung capaian belajar serta rencana tindak lanjut (RTL) mereka kepada orang tua, dengan didampingi oleh wali kelas masing-masing.
Kepala SMAN 1 Natar, Edi Pristiyono, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang menyukseskan program ini.
“Atas nama pimpinan sekolah, saya mengucapkan terima kasih setulus-tulusnya dan penghargaan sedalam-dalamnya atas kebaikan, kesabaran, dan dedikasi Bapak/Ibu Wali Kelas serta Guru BK yang telah membagikan rapor dan memfasilitasi dialog antara orang tua dan ananda pada hari ini,” ujar Edi.
Menurut Edi, inovasi ini merupakan langkah awal sekolah dalam menghadirkan ruang perjumpaan yang lebih bermakna antara pihak sekolah dan keluarga. Melalui ruang ini, kedua belah pihak dapat saling mendengarkan, memahami, dan menguatkan demi masa depan anak-anak.
“Pendidikan yang bermakna yang kita lakukan bukan hanya mengajarkan ilmu pengetahuan di ruang kelas, tetapi juga insya Allah menjembatani hati, membangun saling kepercayaan, serta menumbuhkan kesadaran bersama tentang kebutuhan dan potensi setiap anak,” tambahnya.
Latih Tanggung Jawab dan Perkuat Bonding
Tujuan utama dari penerapan dialog sinergi ini adalah untuk mengajarkan anak agar lebih bertanggung jawab terhadap komitmen belajar yang telah mereka sepakati.
Selain itu, model ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi siswa, melatih mereka menyusun rencana masa depan, sekaligus membangun bonding (ikatan) dan keterbukaan yang lebih erat dengan orang tua.
Selama sesi berlangsung, peran orang tua sengaja diarahkan untuk fokus mendengarkan terlebih dahulu secara saksama hingga anak selesai menjabarkan hasil belajarnya.
Setelah presentasi dari sang anak selesai, orang tua baru diperkenankan memberikan pertanyaan klarifikasi atau meminta penjelasan tambahan.
Pihak sekolah berharap proses penyerahan rapor yang adaptif ini dapat berlangsung secara efektif, efisien, serta memberikan makna mendalam bagi seluruh ekosistem sekolah, mulai dari murid, orang tua, hingga para guru.
“Semoga Allah SWT menganugerahkan kita semua kesehatan, kesabaran, dan keberkahan atas setiap kebaikan yang kita lakukan,” tutup Edi Pristiyono. []

Tinggalkan Komentar Anda