Pengabdian masyarakat IMM Komisariat BJ Habibie. | Dokumentasi
Wartalampung.id, Labuhanratu – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Prof BJ Habibie Itera menunjukkan komitmen kuat dalam kegiatan sosial dengan berpartisipasi aktif dalam program “MI Back to Village” yang diselenggarakan di Desa Gunung Terang, Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur, 12–13 April 2025.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara IMM dan Milenial Indonesia Lampung (MI) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta pengembangan karakter anak-anak desa, sekaligus memberikan motivasi agar mereka melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi.
Ketua Umum IMM Komisariat BJ Habibie, Ega Abdillah Ghaniya, menyampaikan, IMM hadir tidak hanya sebagai pendukung simbolis, tetapi juga terlibat langsung dalam pelaksanaan program sejak tahap persiapan hingga kegiatan berlangsung.
“IMM berkomitmen memberikan dukungan moral dan kontribusi nyata dalam pelaksanaan kegiatan ini. Sebagai mahasiswa, kami merasa bangga bisa ikut serta dalam program yang memiliki dampak positif langsung terhadap masyarakat. Kami mengerahkan relawan untuk membantu pendidikan dan pengembangan karakter anak-anak di desa ini,” ujar Ega dalam rilis hari ini.
Kontribusi IMM diwujudkan dalam bentuk pendampingan edukatif serta penyuluhan yang menyasar aspek kognitif dan nilai-nilai sosial.
Para relawan IMM mendampingi anak-anak dalam berbagai aktivitas pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.
“IMM merasa sangat terhormat bisa mendukung kegiatan yang tidak hanya fokus pada pendidikan formal, tetapi juga menanamkan nilai toleransi, yang sangat relevan dengan kehidupan masyarakat yang beragam seperti di Desa Gunung Terang,” tambah Ega.
Sambutan hangat diberikan masyarakat Desa Gunung Terang kepada seluruh relawan yang hadir.
Abdillah Ghaniya menyampaikan harapan agar sinergi antara IMM dan MI ini dapat berlanjut ke masa depan.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar IMM dan MI untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat. Kami berharap program seperti ini tidak berhenti di satu tempat saja, tetapi bisa berlanjut ke desa-desa lain dengan dukungan dari lebih banyak pihak agar pelaksanaannya semakin optimal,” tutup Ega. []

Tinggalkan Komentar Anda