Pelatihan mendongeng. | Tuta Novanda Novita

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Koordinator Komunitas Dongeng Dakocan Iin Zakaria yang juga ketua penyelenggara Festival Dongeng kemarin menggelar pelatihan dongeng di Pasar Kreatif dan Seni PKOR Way Halim. Kegiatan ini bagian dari Festival Dongeng sejak 3 November yang lalu.
Teknik dasar mendongeng menjadi fokus utama dari pelatihan ini. Panitia mengundang para penggiat dongeng sebagai peserta.
Iin Zakaria berbicara terkait dengan teknik-teknik dasar yang diperlukan untuk menjadi seorang pendongeng yang mumpuni.
Selama pelatihan, Iin membeberkan beberapa teknik dasar mendongeng. Yang paling penting, kata dia, adalah ceritanya. Termasuk menentukan tokohnya siapa dan jalan ceritanya bagaimana.
“Jadi kita bisa membuat pilihan-pilihan warna vokal,” katanya kepada wartalampung.id kemarin.
Iin juga menekankan untuk memilih cerita yang cocok pada usia anak.
“Ada ilmunya dari psikolog, rata-rata anak usia enam tahun ke bawah memiliki pikiran lugas dan tidak ada cerita dalam cerita karena membingungkan anak-anak,” jelas Iin.
Kata Iin, anak usia enam tahun sebaiknya hanya dihadirkan sebanyak empat tokoh dalam dongeng dan dengan warna vokal yang berbeda.
“Karena anak-anak masih berada di dalam fase kognitif praoperasional, ini masih sangat sederhana,” ujarnya.
Dalam pelatihan, Iin mengatakan, kemampuan dari pendongeng ialah vokal dan penghayatan. Menurut dia, mesti ada komunikasi sehingga pesan tersampaikan dengan baik.
“Kalau mau pesan tersampaikan dengan baik, kita harus memiliki kemampuan menyusun kalimat, harus SPOK (subjek predikat objek keterangan),” tambah Iin. [Tuta Novanda Novita]

Tinggalkan Komentar Anda