Berita Foto Ruwajurai Bandar Lampung

Hari Pertama Galang Dana Pengabdian di Desa, Mahasantri Mahad Al Jamiah UIN Raden Intan Kumpulkan Rp1,7 Juta

Hari Pertama Galang Dana Pengabdian di Desa, Mahasantri Mahad Al Jamiah UIN Raden Intan Kumpulkan Rp1,7 Juta
Mahasantri Mahad Al Jamiah UIN Raden Intan Lampung. | M Fadhil

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Sejumlah mahasantri Mahad Al Jamiah UIN Raden Intan Lampung memulai penggalangan dana untuk kegiatan pengabdian di desa, Selasa, 5/12/2023. Hari ini mereka mendapatkan donasi dari masyarakat Rp1.771.000.

Meskipun hujan mengguyur, mereka tetap semangat menggalang dana. Sesi pagi penggalangan dana dilakukan di lampu merah RS Imanuel Bandar Lampung.

Para mahasantri yang turun adalah Wahyu, Rangga, Fadhil, Agus, Lathif, Windy, Nur, Sukma, dan Tsabita.

Sedangkan mahasantri yang bertugas menggalang dana pada siang adalah Caca, Syifa, Zizi, Annisa, Yunda, Agung, Rifki, Ibnu, Aurel, dan Shepiya di tempat yang sama.

Penggalangan dana ini dilakukan oleh mahasantri semester tiga setiap hari dengan dua sesi, yaitu pagi dan siang. Sesi pagi dimulai dari pukul 08.00 hingga 11.30 WIB. Sedangkan sesi siang dimulai dari pukul 13.00 hingga pukul 16.00 WIB.

Lokasi penggalangan dana dipilih tiga tempat, yaitu lampu merah RS Imanuel, Way Halim, dekat Masjid Ad-Du’a, dan lampu merah klinik Kosasih. Hasil donasi sepenuhnya dianggarkan untuk pengabdian di desa.

Untuk transportasi dari mahad ke tempat penggalangan dana, mereka menggunakan dana pribadi iuran per kelompok. Pengabdian ini dilaksanakan oleh mahasantri semester tiga yang biasa disebut mudabirin.

Mereka dibagi menjadi tujuh kelompok di mana setiap kelompok beranggotakan 9-10 mahasantri.

Pengabdian ini akan dilaksanakan di Desa Ceringin Asri, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran, selama kurang lebih dua minggu.

Kegiatan yang disebut Qofilah Dakwah Perdesaan (Qodasa) ini adalah kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah mengajar TPA setempat, mengadakan pengajian, gotong royong, selawat, dan mengadakan gebyar TPA.

Setiap tahun Mahad Al Jamiah mengadakan kegiatan ini di tempat yang sama dan masyarakat menyambut baik kegiatan tersebut. Bahkan masyarakat desa masih mengingat mahasantri mahad karena meninggalkan kesan yang baik. [Ariani Nur Azizah]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda