M Syaifullah. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Penggerak pariwisata Lampung M Syaifullah mengkritik penetapan 145 desa wisata di provinsi ini. Menurut Syaiful, 145 desa yang hendak dijadikan destinasi wisata ini belum memiliki masterplan.
Karena tidak memiliki masterplan, perencanaan desa wisata itu belum optimal. Kata Syaiful, masterplan dibutuhkan agar semua desa itu bisa dipetakan potensi kekuatan, tantangan, hambatan, dan peluang di masa depan.
Masterplan desa wisata mesti terukur dengan jelas. Dengan demikian, indikator-indikator yang digunakan juga jelas.
Syaiful mengatakan itu kemarin saat pertemuan antara anggota DPD RI daerah pemilihan Lampung Abdul Hakim dengan Kepala Dinas Pariwisata Lampung Edarwan di kantor dinas setempat.
Syaiful mengatakan, ia dan rekan-rekannya sedang membangun model pengembangan des wisata untuk mengolaborasikan berbagai pihak.
Tujuannya, pengembangan desa wisata makin optimal. Ia juga mengajak semua pemangku kepentingan terlibat.
“Mari berkolaborasi untuk pengembangan desa wisata di Lampung,” ujarnya.
Abdul Hakim menambahkan, memang sudah semestinya pengembangan desa wisata di Lampung dilakukan secara bersama-sama. Kolaborasi, ujar Hakim, akan saling menguatkan.
Sebab, setiap pihak akan memberikan kontribusi mereka sesuai dengan potensi paling besar yang mereka miliki. [Sugiono]
