In house training
Wartalampung.id, Poncowati – SMKN 1 Terbanggi Besar menggelar In House Training (IHT) bagi seluruh guru pada Kamis dan Jumat, 9 – 10 Juli 2026, bertempat di Ruang Praktik Siswa (RPS) Bisnis Retail.
Kegiatan yang diikuti sekitar 50 guru ini menghadirkan Eny Susanti sebagai fasilitator dengan tema “Optimalisasi Penyusunan Administrasi Pembelajaran Kurikulum Merdeka untuk Mewujudkan Pembelajaran SMK yang Adaptif dan Inovatif Tahun Pelajaran 2026/2027.”
Pelaksanaan IHT merupakan bagian dari persiapan sekolah menyambut Tahun Pelajaran 2026/2027 sekaligus tindak lanjut peningkatan mutu pembelajaran.
Selama dua hari, para guru dibekali materi mengenai pembelajaran bermakna, pembelajaran mendalam (deep learning), strategi pembelajaran diferensiasi, penguatan literasi dan numerasi, serta penyusunan administrasi pembelajaran yang berpusat pada murid. Di akhir kegiatan, seluruh peserta menyusun perangkat pembelajaran yang akan menjadi pedoman dalam proses belajar mengajar pada tahun pelajaran baru.
YB Santosa, Waka Kurikulum, menjelaskan bahwa IHT merupakan agenda strategis sekolah untuk menyamakan persepsi seluruh guru dalam menyusun administrasi pembelajaran menjelang dimulainya Tahun Pelajaran 2026/2027.
Menurutnya, perubahan kebijakan pembelajaran menuntut guru tidak hanya tertib administrasi, tetapi juga mampu merancang pembelajaran yang berpusat pada murid, kontekstual, dan mendukung penguatan kompetensi peserta didik.
“Melalui IHT ini kami ingin memastikan seluruh guru memiliki pemahaman yang sama dalam menyusun perangkat ajar sesuai kebijakan terbaru. Harapannya, pembelajaran di setiap kelas memiliki kualitas yang setara, lebih bermakna, serta mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi peserta didik,” jelasnya.
Umi Tarsih, Kepala Sekolah, mengatakan bahwa IHT menjadi momentum penting bagi guru untuk menyamakan persepsi sekaligus meningkatkan kompetensi dalam merancang pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan dunia kerja.
“Guru harus terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan kebijakan pendidikan. Melalui IHT ini kami berharap seluruh guru mampu menyusun administrasi pembelajaran yang tidak hanya memenuhi ketentuan kurikulum, tetapi juga menghadirkan pembelajaran yang bermakna, inovatif, dan berpusat pada peserta didik,” ujar Umi.
Fasilitator Eny Susanti menegaskan bahwa administrasi pembelajaran bukan sekadar dokumen pelengkap, melainkan panduan utama bagi guru dalam menciptakan pengalaman belajar yang efektif.
“Perencanaan pembelajaran yang baik akan membantu guru merancang aktivitas belajar yang lebih kontekstual, mendorong berpikir kritis, serta memberikan ruang bagi setiap peserta didik untuk berkembang sesuai potensinya,” jelas Eny.
Salah satu peserta, Seri Sudiwito, mengaku memperoleh banyak wawasan baru melalui kegiatan tersebut.
Menurutnya, materi yang disampaikan tidak hanya memperkuat pemahaman terhadap kebijakan kurikulum, tetapi juga memberikan panduan praktis dalam menyusun pembelajaran yang lebih bermakna.
“Kami juga belajar merancang pembelajaran yang lebih berpusat pada peserta didik, mengintegrasikan literasi, numerasi, dan pembelajaran mendalam sehingga kegiatan belajar di kelas menjadi lebih aktif, kontekstual, dan menyenangkan. Ilmu yang kami peroleh akan langsung kami terapkan pada tahun pelajaran 2026/2027,” ungkap Seri.
Kegiatan berlangsung aktif dan interaktif. Para guru terlibat dalam diskusi, refleksi, kerja kelompok, presentasi hasil, hingga praktik menyusun perangkat pembelajaran yang akan diimplementasikan pada tahun pelajaran baru. [Maya]

Tinggalkan Komentar Anda