Gorengan Sriwijaya. | Daffa Andra

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Selama 30 tahun Gorengan Sriwijaya telah menjadi ikon kuliner di Bandar Lampung dengan ciri khas gorengan berukuran jumbo yang menggoda selera.
Nama Gorengan Sriwijaya bukanlah hal asing bagi warga sekitar. Warung gorengan yang terletak di Jalan Laksamana Nomor 38, Pesawahan, Kecamatan Telukbetung Selatan ini telah menjadi ikon kuliner kota selama tiga dekade terakhir.
Berdiri sejak 1994, Gorengan Sriwijaya menawarkan pengalaman menikmati gorengan yang berbeda dari biasanya. Ciri khas yang membuatnya istimewa adalah ukuran gorengan yang jumbo, jauh lebih besar dibandingkan gorengan pada umumnya.
Pemilik warung Gorengan Sriwijaya, Neneng atau kerap dipanggil Cineneng (58) oleh pelanggannya, mengungkapkan rahasia di balik kesuksesan bisnisnya.
“Kami selalu menjaga kualitas dan ukuran. Gorengan besar dengan rasa yang enak, itulah yang membuat pelanggan selalu kembali,” ujarnya.
Menu andalan Gorengan Sriwijaya meliputi pisang goreng, bakwan, tempe, ubi/mantang, sukun dan tahu yang diisi sayuran dengan ukuran yang mengenyangkan.
Harganya pun tetap terjangkau, berkisar Rp5.000 per potong.
Salah satu pelanggan setia, Hajah (42), mengatakan, ia sudah 13 tahun langganan di sini.
“Rasanya tetap konsisten dan ukurannya bikin puas. Satu potongan saja kita bisa merasa kenyang,” katanya.
Memasuki usia ke-30 tahun, Gorengan Sriwijaya tetap ramai dikunjungi berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja hingga lanjut usia.
Warung ini buka setiap hari dari pukul 13.30 hingga 21.00 WIB.
Untuk modal yang digunakan untuk keperluan bahan Gorengan Sriwijaya itu bisa Rp600 ribu sehari dan keuntungan yang didapatkan dari penjualan Gorengan Sriwijaya ini dalam sehari bisa mencapai Rp1 juta lebih. [Daffa Andra]

Tinggalkan Komentar Anda