Salimah andil dalam Mehayu Jejama. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Kotaagung – Ada yang berbeda pada acara Mehayu Jejama di Taman Kota Kotaagung, Tanggamus, kali ini.
Acara itu diwarnai dengan totalitas dan semangat anggota Salimah dalam berkontribusi mengisi acara tersebut. Riuh dengan antusiasme anak-anak dalam menyimak dongeng yang dibawakan salah seorang anggota Salimah Tanggamus.
Salimah Tanggamus yang mempunyai slogan peduli perempuan, anak dan keluarga Indonesia ini sengaja mengambil peranan dalam acara mehayu jejama yang juga banyak dihadiri anak-anak untuk menggalakkan kegiatan literasi, yang belakangan ini sudah banyak ditinggalkan masyarakat.
Berangkat dari keprihatinan anggota Salimah terhadap minimnya kecintaan anak terhadap buku, beberapa anggota berinisiatif mengumpulkan buku buku menarik yang dimiliki di rumah untuk dibawa di Mehayu Jejama yang diadakan setiap Minggu.
Benar saja, melihat banyak buku yang digelar membuat anak-anak tertarik mendekat. Apalagi, ada anggota Salimah yang membacakan dongeng dengan begitu bersemangat.
Selain itu, panitia juga menyiapkan beberapa doorprize menarik untuk anak-anak.
Uniknya, pada acara Minggu lalu, ada seorang anak autisme yang menarik-narik ibunya untuk ke stan literasi Salimah karena tertarik membaca dan meminta ibunya membacakan cerita.
“Anak saya memang suka dibacakan cerita, tapi kami tidak memiliki banyak buku cerita di rumah,” kata ibu itu.
Stan literasi Salimah juga dikunjungi Camat Kotaagung Wellyta. Ia tertarik mendatangi stan karena melihat banyak anak berkumpul.
“Saya mendukung kegiatan kreatif ibu-ibu Salimah. Semoga ini berdampak baik bagi perkembangan perilaku anak,” katanya.
“Dengan kegiatan ini, diharapkan melatih budaya literasi anak sejak dini,” tambah Fajarita, anggota Salimah.
“Dongeng menjadi pilihan bagi Salimah karena manfaat dongeng untuk anak sangat banyak. Seperti menstimulasi otak anak untuk berpikir dan berimajinasi. Hal ini tentu sangat baik dalam melatih kecerdasan dan perkembangan kognitifnya. Selain itu, setiap cerita dongeng memiliki sebuah pelajaran hidup yang bisa diambil. Pelajaran hidup ini sangat penting dimiliki anak sebagai bekal untuk kehidupannya di masa mendatang,” ujar Septi, seorang pendongeng pada acara itu. [Desi Ruli/Salimah Tanggamus]
