Ade Sandra Dewi. | Dokumentasi

Oleh: Ade Sandra Dewi, S.E., M.S.Ak (Dosen Prodi Akuntansi Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai/Saburai)
Penulis merupakan dosen akuntansi di Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai dan juga dosen pembimbing lapangan (DPL) mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) kelompok 2 yang berlokasi di Kelurahan Way Tataan, Kecamatan Telukbetung Timur.
Mahasiswa Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai yang berjumlah 11 orang melakukan kegiatan kelompok kerja nyata (KKN) di Kelurahan Way Tataan Kecamatan Telukbetung Timur, selama 40 hari dengan didampingi oleh satu orang dosen pembimbing lapangan (DPL) dari tanggal 1 Maret 2021 sampai dengan 10 April 2021.
Kelurahan Way Tataan mempunyai topografi berupa lereng atau pegunungan dan lautan sehingga wilayah ini mempunyai sumber daya alam yang luar biasa, terutama dengan adanya PPI Lempasing yang berada dalam wilayah Kelurahan Way Tataaan.
Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang berkembang di Kelurahan Way Tataan di antaranya UMKM emping ceplis melinjo , UMKM pengolahan ikan fillet, dan UMKM pengolahan kulit ikan menjadi kerupuk kulit ikan.
Salah satu dari program kerja (progja) mahasiswa KKN kelompok 2 adalah pembinaan dan pendampingan kepada penggiat UMKM di wilayah kelurahan agar setiap penggiat UMKM mampu mengemas produknya dengan baik dan higienis.
Mahaiswa KKN Universitas Saburai juga mengadakan kegiatan lokakarya pada tanggal 7 Maret 2021 di Kantor Kelurahan Way Tataan yang dihadiri penggiat UMKM yang ada di Kelurahan Way Tataan, di antaranya UMKM emping ceplis melinjo, UMKM pengolahan ikan fillet dan UMKM pengolahan kulit ikan menjadi kerupuk kulit ikan.
Acara lokakarya ini dibuka oleh Lurah Way Tataan Anani, SE, MM dan juga dihadiri secara virtual oleh Plt. Rektor Universitas Saburai , Dr. Lina Maulidiana, S.H., M.H dan Ketua BP KKN Universitas Saburai, Ir. Indriyani, S.T., M.T serta Ketua Diklat KKN Universitas Saburai, Novalia S.Pd., M.Pd,
Dengan melihat hal tersebut, penulis mempunyai premi kesimpulan bahwa Bandar Lampung mempunyai satu kekuatan di tingkat UMKM, sayangnya pengelolaan UMKM tersebut masih belum profesional, disebabkan karena:
Pengelolaan UMKM masih dilakukan secara manual dan belum tersentuh teknologi
Kegiatan UMKM masih dilakukan perorangan atau keluarga dan belum ada paguyuban atau kelompok yang menghimpun penggiat UMKM denga jenis usaha yang sama.
Kemasan produk masih sederhana dan belum ada label usaha serta izin usaha yang menggambarkan identitas produk UMKM tersebut.
Pemasaran UMKM masih dilakukan secara offline dengan menitipkan produk ke pasar atau pembeli datang langsung ke lokasi UMKM untuk membeli produk mereka.
Belum ada tempat khusus atau toko khusus yang menjual semua produk UMKM di Bandar Lampung sehingga wisatawan domestik atau mancanegara dapat membeli bermacam produk UMKM di tempat atau toko tersebut yang dikelola oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung
Dari paparan permasalahan d iatas, penulis memberikan usulan solusi pengelolaan UMKM untuk diadopsi oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung yang dipimpin oleh Wali Kota Eva Dwiana yaitu:
Memberian pelatihan dan bantuan peralatan produksi denganteknologi tepat guna dalam pengelolaan UMKM sehingga dapat menghasilkan produk yang mempunyai nilai ekonomis tinggi
Dibentuknya koperasi syariah sebagai wadah bagi penggiat UMKM dengan jenis usaha dan koperasi syariah ini yang akan membina penggiat UMKM dibantu pemerintah setempat.
Memberikan pelatihan kepada penggiat UMKM untuk membuat kemasan produk dengan label produk yang higienis dan menarik serta membantu pengurusan izin usaha pengiat UMKM seperti izin PIRT dan label halal agar produk UMKM tersebut dapat dijual di toko ritel besar atau toko oleh-oleh di Bandar Lampung.
Memberikan pelatihan penjualan online atau daring kepada penggiat UMKM di Bandar Lampung.
Pemerintah Kota Bandar Lampung menyediakan tempat khusus atau toko khusus agar penggiat UMKM dapat memajang dan memasarkan produk UMKM sebagai pusat oleh-oleh khas Bandar Lampung.
UMKM adalah salah satu tonggak perekonomian di Indonesia yang mampu bertahan dari gempuran badai pandemi COVID-19 yang sudah satu tahun terakhir melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Pada saat perusahaaan-perusahaan raksasa dunia yang berada di Indonesia satu persatu mulai gulung tikar karena tidak mampu menahan laju biaya produksi yang membengkak disertai dengan menurunkannya pendapatan perusahaan, UMKM mampu berdiri dengan tegak dan gagah.
Harapannya, dengan mendorong pertumbuhan UMKM di Bandar Lampung, maka pendapatan masyarakat Bandar Lampung dari sektor UMKM dapat meningkat di masa pandemi covidi19 ini dan hal ini dapat menjadi proyek percontohan di daerah lain. []
