Berita Foto Bisnis

Gara-Gara Pandemi Sukirna di Jatimulyo Beralih Jual Martabak Mini

Gara-Gara Pandemi Sukirna di Jatimulyo Beralih Jual Martabak Mini

Martabak mini. | Renaldi

Martabak mini. | Renaldi

Wartalampung.id , Lampung Selatan – Pandemi Covid-19 menjadi pukulan berat bagi sebagian pelaku usaha, baik usaha mikro, menengah maupun kecil. Salah satu dampak terbesar dari pandemi COVID-19 adalah resesi ekonomi.

Akibat pandemi Covid 19, pendapatan para pelaku UMKM banyak yang turun tajam dan beberapa usaha tutup karena turunnya daya beli masyarakat.

Seorang pedagang pakaian di Desa Jatimulyo Lampung Selatan mengalami nasib serupa. Sukirna (36) terpaksa mengubah arah dan menjadi penjual martabak mini.

Sukirna mengaku pernah menjadi penjual pakaian anak dan dewasa dari rumah ke rumah, namun penurunan pendapatan memaksanya mencari cara lain untuk bertahan dari pandemi Covid-19.

“Saya harus mencari cara agar saya dapat terus membantu kebutuhan keluarga saya, jadi saya mengubah pekerjaan,” ungkapnya pada Senin siang 18/10/2021.

Ia menjelaskan, tidak bisa menjual baju atau celana karena harga yang dipatok reseller naik, sehingga tidak mampu membelinya dengan dana sendiri.

“Saya sudah tidak jual baju dan celana, jadi saya mencoba yang lain,” kata Sukirna.

Ia mengaku martabak mini tidak membutuhkan banyak modal, sehingga ia memutuskan untuk beralih dari berjualan baju dan celana menjadi penjual martabak mini.

Sukirna berjualan di Desa Jatimulyo, Kecamatan Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan, dari siang hingga malam.
[Renaldi, Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UBL]

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda