FGD soal perubahan iklim inisiasi Mitra Bentala. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Aktivitas manusia disebut salah satu penyebab terjadinya perubahan iklim yang berdampak pada perubahan siklus.
Demikian dikatakan tenaga ahli Komisi IV DPRD Lampung Firman Seponada terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) “Kebijakan Kebertahanan Iklim Upaya Mengurangi Dampak Buruk Perubahan Iklim di Lampung” yang digelar Mitra Bentala di Hotel Aston, Jumat, 23/2/2024.
Ia mengatakan, perubahan iklim berdampak pada pemanasan global sehingga meningkatkan suhu udara.
Ia menambahkan, pemanasan global dulu dapat diatasi dengan gerakan menanam pohon yang dicanangkan Presiden Suharto kala itu melalui program reboisasi.
Gerakan tersebut, kata dia, sangat berpengaruh pada perubahan iklim. Salah satunya dulu dengan menanam pohon sonokeling.
Firman menjelaskan, program GNRHL (Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan) pada zaman kepemimpinan Presiden Megawati tidak berjalan efektif karena adanya masalah korupsi.
Pemerintah Lampung, menurutnya, mempunyai program untuk beradaptasi dan memulihkan iklim terutama di Bappeda.
Akan tetapi, pada tingkat implementasinya banyak terjadi penyimpangan seperti program asal jalan, korupsi, dan sebagainya.
Mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung ini menambahkan, pemerintah dapat mengatasi pemanasan global, tetapi harus dilakukan secara konsisten dan ketat dengan mencari penyebabnya.
Ia menegaskan, pemanasan global menghasilkan gas rumah kaca yang berlebihan semua itu dapat mestinya bisa diserap dengan pohon.
Namun, jumlah pepohonan terutama di perkotaan sudah berkurang akibat pembangunan yang tidak memperhatikan jatah ruang terbuka hijau.
Lanjut Firman, yang terjadi adalah perkotaan tidak menyediakan ruang terbuka hijau, seperti di Bandar Lampung.
Mantan jurnalis Lampung Post itu menuturkan, pembangunan harus melibatkan 3 pilar. Pertama ekonomi, kedua pilar diterima secara sosial, yang ketiga ramah lingkungan.
“Pembangunan Indonesia saat ini hanya satu pilar, pilar kemanfaatan atau pilar ekonomi,” ujarnya. [Sugiono]

Tinggalkan Komentar Anda