Penjemuran gabah di Way Sulan. | Wahfiudin

Wartalampung.id, Way Sulan– Sebagian petani di Kecamatan Way Sulan, Kabupaten Lampung Selatan mulai terlihat mengeringkan gabah hasil panen mereka di halaman rumah atau di pinggir jalan.
Namun, mereka mengaku merasa kesulitan dalam pengeringan lantaran cuaca dua pekan terakhir ini tidak menentu.
Para petani mengeluhkan dengan adanya gabah-gabah yang menghitam akibat tidak mendapatkan sinar matahari yang mengakibatkan nilai jual semakin rendah.
“Cuacanya tidak menentu, kadang ketika lagi panas-panasnya tiba-tiba mendung dan gerimis jadi harus cepat-cepat dikumpulkan padinya, ” ungkap Adrian, warga Way Sulan. Senin (4/10/2021).
“Banyak gabah juga yang belum sempat kena sinar matahari jadi mulai menghitam, jadi kalau sudah hitam begini nilai jualnya semakin rendah, ” tambah Adrian.
Ia mengungkapkan, pada kondisi normal, gabah dapat kering hanya dalam waktu satu hari. Sayangnya, sebagian gabah miliknya sudah telanjur menghitam karena lembap.
Sampai saat ini, ia mengaku tidak ada cara lain selain bersabar dan berharap masa penjemuran gabah semakin optimal dan cepat. [Wahfiudin, Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UBL].
