Bandar Lampung

Endang Pasien RSP YBM PLN-IZI Lampung, 12 Tahun Ikhtiar Bersama Suami Punya Momongan

Endang Pasien RSP YBM PLN-IZI Lampung, 12 Tahun Ikhtiar Bersama Suami Punya Momongan

Mualim dan Endang. | Dokumentasi IZI Lampung

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Endang Triana (40 tahun) adalah wanita asal Sribasuki, Lampung Utara.

Ia adalah pasien pascaoperasi Caesar di Rumah Sakit Urip Sumoharjo. Ia ditemani oleh suaminya, Mu’alim (42 tahun).

Ia dijadwalkan akan menjalani kontrol pascaoperasi yang ia jalani sebulan yang lalu.

Endang adalah pasien rumah singgah pasien YBM PLN IZI Lampung yang sangat menginspirasi.

Ia bersama suaminya tak henti menjalani proses demi proses untuk menjadi seorang ayah dan ibu.

Belasan tahun sudah atau lebih tepatnya 12 tahun mereka menikah namun belum dikaruniai anak.

Mu’alim bercerita kepada salah satu pengurus rumah singgah pasien YBM PLN IZI Lampung, dua tahun silam mereka sempat mempunyai harapan untuk memiliki momongan. Akan tetapi, di usia kandungan menginjak enam bulan, Endang keguguran.

Tak patah arang, mereka pun terus menjalani program hamil yang dianjurkan oleh dokter. Akhirnya, dua tahun berselang, mereka diizinkan untuk menerima amanah seorang anak.

Mereka pun bahagia tatkala Endang mengandung anak kembar.

Masih dengan suasana bahagia pada usia kandungan delapan bulan, Endang merasakan ada yang tidak wajar pada kandungannya. Mereka pun kontrol ke dokter kandungan di RS Handayani Kotabumi

Setelah di-USG, kandungan dari Endang lemah dan diharuskan untuk tindakan operasi sesar.

Mereka pun mengikuti saran dari dokter kandungan untuk kebaikan buah hatinya.

Kemudian mereka dirujuk ke RS Urip Sumoharjo untuk operasi sesar. Operasi berjalan dengan lancar.

Akan tetapi, keadaan Endang masih tak sadarkan diri dikarenakan kondisi lemah. Sampai hampir tujuh jam Endang tak sadarkan diri.

Dengan tindakan medis yang baik, akhirnya Endang pun tersadar.

Terlahir prematur, membuat bayinya pun diharuskan untuk dirawat di ruang inkubator. Selang beberapa hari, salah seorang bayi meninggal dunia.

Mu’alim mendampingi istrinya dengan sangat sabar. Ia percaya bahwa pertolongan Allah itu nyata.

Dengan banyaknya cobaan yang dihadapi, ia masih tetap dengan semangat dan kesabaran yang sama mereka berdua menjalani proses demi proses.

Mereka juga tidak menyangka ada program yang sangat luar biasa seperti Rumah Singgah Pasien YBM PLN IZI Lampung ini.

Mereka menilai ini sangat membantu menjalani tindakan medis pascaoperasi dan sekaligus mendampingi anaknya yang sampai saat ini masih dirawat di inkubator.

Keduanya berterima kasih kepada seluruh donatur yang sangat luar biasa membiayai seluruh aktivitas rumah singgah pasien YBM PLN IZI Lampung.

Semoga ke depannya semakin banyak bermanfaat untuk masyarakat luas. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda