Audit sosial air sanitasi dan kebersihan Kota Metro. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Metro – Air sanitasi dan kebersihan merupakan komponen dasar bagi kehidupan manusia. Kondisi air sanitasi dan kebersihan yang baik akan memberikan dampak positif terhadap kualitas kesehatan manusia.
Dalam upaya peningkatan layanan fasilitas air sanitasi dan kebersihan di puskesmas, perwakilan masyarakat dari penyandang disabilitas, kader posyandu, karang taruna, organisasi sosial, organisasi keagamaan dan jurnalis yang tergabung dalam kelompok kerja air sanitasi dan kebersihan (Pokja WASH) Kota Metro melakukan kegiatan audit sosial di empat puskesmas di Kota Metro.
Empat puskesmas yang dijadikan lokasi audit sosial yaitu Puskesmas Iring Mulyo, Puskesmas Banjar Sari, Puskesmas Mulyo Jati dan Puskesmas Margo Rejo.
Proses audit sosial dilakukan selama satu bulan pada Maret 2022 dengan menggunakan dokumen analisis WASH FIT Tools yang telah disusun dan dimodifikasi oleh anggota Pokja WASH Kota Metro.
Dari hasil audit sosial yang dilakukan menunjukkan bahwa 87 % penyedia layanan air sanitasi dan kebersihan di empat puskesmas tersebut sudah sangat baik. Namun, belum mengakomodasi kebutuhan sarana penyandang disabilitas.
Hasil audit sosial terkait layanan dan fasilitas air sanitasi dan kebersihan di Puskesmas Kota Metro disampaikan oleh anggota Pokja WASH bersama Yayasan Konservasi Way Seputih dan SNV kepada Pemerintah Kota Metro pada kegiatan Workshop Diseminasi Hasil Audit Sosial dan Identifikasi Upaya Peningkatan Kualitas Fasilitas Air Sanitasi dan Kebersihan Menuju Layanan Puskesmas yang Inklusif, di Kota Metro, Jumat (8/3).
Kegiatan dibuka Wali Kota Wahdi, didampingi Wakil Wali Kota Komaru Zaman. Peserta dari anggota Pokja WASH Kota Metro, Forum CSR, jajaran OPD kota Metro, dan jurnalis. Hadir sebagai penanggap Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Metro Ancilla Hernani.
Direktur Eksekutif YKWS Febrilia Ekawati dalam sambutannya menyampaikan proses audit sosial dilakukan secara partisipatif oleh anggota Pokja WASH.
Hasil audit akan disampaikan kepada Pemerintah Kota dan para pihak untuk menjadi dasar pengambilan kebijakan dalam peningkatan kualitas layanan dan fasilitas air sanitasi dan kebersihan di puskesmas yang inklusif.
Wali Kota menyampaikan komitmen Pemerintah Kota pada sektor kesehatan sangat penting karena kesehatan khususnya pelayanan kesehatan menjadi program unggulan.
“Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, harus dibangun bersama oleh seluruh parapihak, kewajiban pemerintah memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal. Jika masyarakatnya sehat, produktivitasnya meningkat, indeks pembangunan manusia meningkat, angka kematian ibu dan bayi rendah dan indeks rasio gini juga akan lebih baik,” tutur Wahdi.
Pelayanan dan fasilitas air sanitasi dan kebersihan di puskesmas harus bisa mengakomodasi kebutuhan siapa pun baik penyandang dan disabilitas, lansia maupun anak-anak.
Namun, semua harus berkomitmen layanan penyedia sarana air sanitasi dan kebersihan yang inklusif bukan hanya di puskesmas, melainkan harus dihadirkan juga di seluruh kantor layanan publik lainnya serta sekolah maupun kampus.
Pada sesi dialog, anggota Pokja WASH perwakilan dari penyandang disabilitas, Yuli, menyampaikan pemerintah wajib memberikan pelayanan yang inklusif sehingga penyandang disabilitas bisa mengakses tanpa dibedakan.
“Saya sangat berharap agar pemerintah bisa menyediakan sarana maupun fasilitas yang ramah terhadap disabilitas, seperti toilet duduk, maupun jalur khusus untuk penyandang disabilitas di puskesmas, kantor layanan publik maupun pusat-pusat fasilitas umum lainnya,” ungkap Yuli. []
