Berita Foto Politik

Dwita Ria Luncurkan Srikandi University

Dwita Ria Luncurkan Srikandi University

Dwita Ria meresmikan Srikandi University. | Dokumentasi

Dwita Ria meresmikan Srikandi University. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Anggota Fraksi Gerindra yang duduk di Komisi X DPR RI Dwita Ria resmi meluncurkan sekolah perempuan yang diberi nama Srikandi University pada Sabtu, 6 Maret 2021 di Sekretariat Srikandi University, Sukadanaham, Bandar Lampung.

Dwita Ria menuturkan, Srikandi University merupakan sebuah sekolah komunitas di bidang pendidikan. Berbeda dengan sekolah formal, nonformal dan informal yang memiliki ijazah dan gelar, yang diakui secara nasional, entitas ini masih sekolah komunitas sehingga tidak mengeluarkan ijazah.

Meski demikian, setelah peserta selesai, mereka akan mendapat piagam berisi penilaian beberapa materi yang telah mereka dapatkan.

Dwita Ria menceritakan, maksud dan tujuan pendirian sekolah komunitas tersebut untuk membantu meningkatkan kompetensi perempuan.

“Sebagaimana kita tahu, berdasarkan data BPS terakhir bahwa menunjukkan 75,69 persen perempuan Indonesia berumur 15 tahun ke atas hanya berpendidikan tamat SMP. Sisanya hanya berpendidikan tingkat SD.

Dwita Ria menjelaskan, untuk angka partisipasi pendidikan perempuan juga sangat rendah, SMA (18.59%), diploma (2,7%) dan universitas(3,02%).

Dwita Ria menjelaskan jika berdasarkan data tersebut, kesempatan belajar perempuan Indonesia masih dalam kategori rendah.

“Jadi Srikandi University volumen 1 ini fokusnya untuk 17-25 tahun, tidak harus kuliah. Justru lagi menargetkan memberikan pengalaman kompetensi bagi mereka yang menganggur dan sekolah dasar, menengah dan atas. Ke depannya, kami akan menyentuh langsung kaum disabilitas dan kaum perempuan marginal,” kata Dwita Ria dalam rilis hari ini.

Dwita Ria mengungkapkan, materi-materi yang diperoleh dari Sekolah Komunitas Perempuan Srikandi University bukan sebatas hard skill seperti di sekolah pada umumnya, tetapi juga soft skill.

“Ya di sekolah ini mereka dididik selama 1 bulan, kegiatannya Sabtu-Minggu. Materinya mulai dari konsep diri di mana mereka belajar etika dan estetika baik busana maupun table manner. Mereka juga mendapat materi keIndonesiaan, kepemimpinan, manajemen, organisasi, komunikasi, fotografi sehingga desain grafis dan kepenulisan,” ungkap Dwita Ria.

Sebagai sebuah sekolah komunitas perempuan, kata dia, kegiatannya pembelajaran di Srikandi University tidak stagnan dan selalu dinamis dari volume 1 ke volume selanjutnya.

“Hanya beberapa materi saja yang disepakati menjadi materi wajib, seperti keindonesiaan mengingat wawasan kebangsaan sangat dibutuhkan di era saat ini, sedangkan yang lainnya, berangkat dari inisiatif dan disesuaikan kebutuhan siswa,” kata Dwita Ria.

Dwita Ria berharap niat baiknya dapat bermanfaat bagi perempuan lain. Ke depannya tidak menutup kemungkinan sekolah ini menjadi sekolah informal, nonformal bahkan formal.

“Kita lihat progres ke depan, sedang diurus terkait perizinan lengkapnya, mohon doanya semua berjalan lancar,” pungkas Dwita Ria. []

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda