Penandatanganan MoU Sigerhub dengan FISIP Unila. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Siger Innovation Hub (Sigerhub) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung (Unila) menandatangani nota kesepahaman dalam rangka mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Senin (13/09) di Gedung A kampus setempat.
Ini menjadi salah satu upaya Sigerhub berkontribusi aktif dalam peran mewujudkan program nasional MBKM. Diketahui, MBKM berupa program nasional yang telah disiapkan oleh Kementerian maupun program yang disiapkan oleh perguruan tinggi yang didaftarkan pada pangkalan data pendidikan tinggi setara dengan 40 SKS.
Ida Nurhaida, Dekan FISIP Unila, mengatakan, ia ingin bersama-sama menyiapkan SDM yang unggul dan berdaya saing.
Pihaknya sangat menyambut baik kolaborasi ini. Setelah ini, agar tidak ada lagi cara pandang mahasiswa kupu-kupu. Harapannya, dengan kerja sama ini bisa memberikan umpan balik positif baik ke Siger atau kampus.
Setelah selesai menandatangani MoU dengan FISIP, Sigerhub melanjutkan penandatangan MoU dengan Jurusan Ilmu Komunikasi bersama Ketua Jurusan Wulan Suciska.
CEO Sigerhub, Ikhwan Ferdian, menyampaikan, ia bersama dengan timnya tidak hanya menghasilkan output yang baik, tapi lewat Sigerhub ia ingin menciptakan outcome yang unggul.
“Kami adalah inkubator bisnis berbasis koperasi pertama di Indonesia. Melalui kesempatan ini kami selalu ingin bersinergi dengan semua stakeholder. Kami berharap bisa memaksimalkan kerja sama dalam skema pentaholik model,” kata Ikhwan Ferdian.
Ikhwan menjelaskan, Sigerhub melakukan pendampingan bisnis selama 6-12 bulan dengan kurikulum dan mentor yang sudah disiapkan.
“Kami siap dan terbuka untuk berjejaring serta kerja sama pada program MBKM ini. Kami menyambut hangat mahasiwa yang akan datang ke Sigerhub,” pungkasnya.
Turut hadir dalam penandatangan ini, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerjasama Dedy Hermawan, dosen Hubungan Internastioanl Indra Jaya Wiranata, dosen Ilmu Komunikasi Agung Wibawa, dan perwakilan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI). [Sigit Sopandi]
