Oleh Endang Ikhtiarti dan Riza Harani Bangun, Dosen Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila
Paskah adalah salah satu hari raya keagamaan di Prancis. Ada 2 jenis perayaan paskah di Prancis. Yang pertama adalah perayaan paskah yang dilakukan oleh orang eksodus, dan yang kedua adalah untuk merayakan kebangkitan Yesus yang dirayakan oleh umat Kristen.
Mengapa terjadi perayaan paskah dengan dua versi? Hal itu terjadi karena orang Prancis tidak mau mencampuradukkan paskah Yahudi yang dirayakan oleh orang orang Yahudi yang telah keluar dari perbudakan di Mesir dengan perayaan paskah untuk merayakan kebangkitan Yesus yang dirayakan oleh umat Kristen.
Arti paskah bagi orang Kristen di Prancis juga merupakan festival pangan yang digunakan untuk merayakan kembalinya musim semi. Orang Prancis bahkan menjadikannya sebagai liburan sekolah musim semi yaitu “liburan Paskah”.
Jumat sebelum Paskah disebut “Jumat Agung” , hari itu digunakan untuk memperingati hari kematian Yesus. Namun hari itu tidak diresmikan sebagai hari libur nasional (kecuali di kota Alsace dan kota Moselle).
Paskah di kedua kota tersebut dirayakan pada hari Minggu. Namun setelah hari minggu tersebut yaitu pada hari Senin-nya, diresmikan sebagai “Senin Paskah” dan diresmikan sebagai hari libur nasional di seluruh Prancis.
Salah satu simbol yang digunakan untuk merayakan paskah adalah telur. Mengapa telur? Telur melambangkan kesuburan dan kehidupan.
Pada zaman dahulu, orang Mesir dan Persia saling memberi telur untuk merayakan kembalinya musim semi. Oleh sebab itu pada Abad Pertengahan, gereja melarang umatnya makan telur selama Pekan Suci.
Akibatnya, telur menumpuk, dan orang-orang mengecatnya dengan warna warni untuk diberikan sebagai hadiah kepada orang lain. Pada abad ke-18, orang-orang mulai menggantikan telur dengan cokelat.
Baru pada abad ke-19 telur yang seluruhnya terbuat dari cokelat muncul. Simbol paskah yang lain adalah Lonceng Paskah yang terbuat dari coklat.
Di Prancis, tidak ada kelinci paskah, kecuali di Prancis bagian timur. Anak-anak diberi tahu bahwa lonceng-lonceng paskah yang terbuat dari coklat yang telah disiapkan sejak Jumat Agung tidak lagi berbunyi karena lonceng lonceng itu telah dibawa ke Roma terlebih dahulu.
Dan lonceng-lonceng itu akan dibawa kembali pulang ke Prancis pada hari Minggu Paskah serta ditaruh atau disembunyikan di taman-taman sekitar gereja, kemudian anak- anak disuruh mencarinya untuk dimakan. Sejak saat itu gairah memakan cokelat orang Prancis meningkat.
Selain itu tradisi berburu telur paskah ketika lonceng dibunyikan juga telah mendorong masyarakat untuk mengembangkan perdagangan cokelat yang berbentuk ayam, kelinci, telur, dll.
Semuanya dilapisi cokelat. Menurut perkiraan, orang Prancis mengonsumsi 15.000 ton cokelat pada waktu Paskah.
Hal itu juga menambahkan pengayaan linguistik dalam bahasa Prancis. Misalnya pada Pengucapan kata “telur” . Pengucapan kata telur akan berbeda tergantung bendanya tunggal atau jamak.
Pengucapan kata telur tunggal “sebuah telur” diikuti dengan bunyi “f”, tetapi pengucapan jamak “telur-telur” tidak diikuti atau tanpa bunyi “f”. Namun umat Kristen di Prancis menggunakan pengucapan kata telur dalam bentuk jamak untuk perayaan “Paskah”. Artinya resiprok untuk saling mengucapkan kata “Selamat Paskah”!
Mengapa nama perayaan pesta tersebut menggunakan kata “Paskah”? Sebenarnya kata Paskah berasal dari bahasa Ibrani “Pesach,” yang berarti “Perjalanan” (untuk mengingat perjalanan orang yahudi keluar dari Mesir penyeberangi Laut Merah).
Kata tersebut menjadi “pascha” dalam bahasa Latin. Istilah dalam bahasa Inggrisnys “Easter” berasal dari nama dewi Anglo-Saxon artinya musim semi dan kesuburan.
Pada saat perayaan paskah orang Prancis menyediakan hidangan tradisional. Biasanya mereka makan daging domba. Hidangan ini dibuat untuk merayakan kedua jenis paskah tersebut di atas.
Mitos pertama mengatakan bahwa makan daging domba untuk yang pertama itu memyimbolkan sebagai orang yang sudah merdeka. Yaitu setelah keluarnya bangsa yahudi dari perbudakan di Mesir menuju tanah Kanaan di bawah pimpinan Nabi Musa.
Mitos kedua bagi umat Kristen, domba suci itu dikorbankan untuk Tuhan Yesus yang selalu menolong umat manusia tanpa pamrih. Di Kota Alsace juga pada saat merayakan paskah mereka menyediakan kue “Osterlammele,”. Yaitu kue kecil berbentuk domba khusus untuk perayaan Paskah.
Bagaimanakah perayaan Paskah di kota Alsace? Selama kurang lebih sepuluh tahun terakhir, pasar Paskah telah diselenggarakan di kota-kota dan desa-desa di daerah Alsace. Modelnya seperti pasar natal.
Banyak kios atau toko menawarkan kepada pengunjung produk-produk buatan tangan, dekorasi, mainan dari kayu, hiburan dan cokelat. Pada acara ini dijadikan kesempatan untuk mencicipi kue brioche kecil yang terkenal berbentuk domba.
Pasar-pasar malam ini digunakan untuk merayakan kembalinya musim semi. Pasar-pasar ini juga telah menjadi daya tarik utama bagi wisatawan pada umumnya, sehingga pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut sangat maju. Pasar-pasar ini sekarang telah diresmikan sebagai destinasi wisata pada musim semi terbaik di Eropa. []

Tinggalkan Komentar Anda