Karomani. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung– hari ini 25 November 2021 genap dua tahun Karomani menjadi rektor Unila.
Dalam dua tahun Karomani berhasil menngkatkan pendapatan Unila sebasar Rp331 miliar meskipun situasi pandemi covid-19.
Karomani menambahkan, pendapatan negara bukan pajaknya (PNBP) Unila tahun 2021 juga meningkat menjadi Rp331,46
miliar dari Rp277.84 miliar pada tahun 2020.
Demiikian dikatakan Rektor pada Refleksi
Dua Tahun Masa Bakti Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Karomani, M.Si. yang berlangsung di lantai II gedung Rektorat , kamis 25/11/2021.
Karomani menjelaskan, jika peningkatan PNBP bersumber dari dana kerja sama sekitar Rp30 miliar dan meningkatkan kuota penerimaan mahasiswa dengan tetap memperhatikan rasio dosen
“Selama sejarah Unila sejak berdirinya, belum pernah angka setinggi itu kita peroleh. Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT. Berterima kasih juga kepada seluruh sivitas akademika, yang bahu-membahu bekerja sampai prestasi mengejutkan itu tercapai. Tahun depan kami upayakan Rp400 miliar,” ucapnya.
Unila juga berencana naik status menjadi perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH).
“Sekarang kami masih tergolong Badan Layanan Umum (BLU). Di atasnya ada PTNBH. Salah satu syarat jadi PTNBH adalah penghasilannya. Nah, PNBP yang Rp331miliar itu mendukung ikhtiar kita naik status jadi PTNBH.”
Prestasi yang membanggakan klaim Karomani saat kepemimpinannya, Unila dapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia karena memecahkan rekor dengan pengukuhkan serempak 15 guru besar.
Ini catatan paling banyak mengukuhkan guru besar dibandingkan semua perguruan tinggi lain di seluruh Indonesia, termasuk universitas besar-besar di Pulau Jawa .
“Kami bangga atas prestasi itu. Saya mendapat banyak ucapan selamat dari sejawat rektor se-Indonesia yang terhimpun dalam Forum Rektor Penguat Karakter Bangsa yang kebetulan saya ketuanya. Juga dari Menteri Pendidikan Nadiem Makarim. Ini prestasi bersama, utamanya rekan-rekan profesor yang dikukuhkan itu,” ucapnya.
Bertambahnya jumlah guru besar juga turut menaikkan prestasi Unila di tingkat nasional.
“Sebenarnya, selama dua tahun masa kerja ini, Unila sudah menambah 20 guru besar. Namun, saat itu dikukuhkan lima belas guru besar karena ada yang sudah lebih dulu dikukuhkan dan ada yang wafat. Seusai pengukuhan itu, sudah tambah 2 guru besar. Tahun 2022 dirancang ada 100 guru besar,” tambahnya.
Ia menambahkan, salah satu unsur dalam tagline Unila adalah berinovasi.
“Saya dan jajaran pimpinan Unila ingin benar-benar mewujudkan tagline itu,” kata dia.
Maka, dalam penerimaan mahasiswa baru inovasinya ialah Unila menerima lewat jalur khusus mahasiswa dari kabupaten dan kota se-Lampung.
“Mereka dibiayai oleh pemkab dan pemkotnya. Kepada lulusan sekolah dari Lamtim, Unila juga memberikan jalur khusus.” []
