Ketua Umum LDII Lampung dr Muhammad Aditya (dua dari kanan) dan Ketua Umum MUI Lampung Mh Mukri (kemeja putih). | Dokumentasi LDII Lampung

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Pengurus DPW LDII Provinsi Lampung yang dikomandoi langsung oleh ketua dr. Aditya, yang didampingi dewan penasihat H. RH Habibullah, Heri Sensustadi (sekretaris), Johan Wahyudi (Biro OKK), Sukadi (Biro PKOSB), bersilaturahmi dengan Ketua Umum MUI Lampung Moh Mukri di kediamannya, Minggu malam, 20/11/2022.
Dalam pertemuan tersebut dr. Aditya menyampaikan permohonan maaf pihaknya baru sempat sowan. Ia juga mengucapkan selamat atas dilantiknya Mukri sebagai ketua umum Perhimpunan Anak Transmigran Republik Indonesia (PATRI).
“Semoga tambahan tugas mulia dapat membawa keberkahan dalam pembinaan dan peningkatan peran PATRI dalam pembangunan di Provinsi Lampung,” kata Aditya.
Pertemuan ini berlangsung sangat akrab diselingi canda tawa. Mukri menyampaikan terima kasih kehadiran LDII.
“Sebetulnya saya sudah menunggu, sering Mas Heri ini menyampaikan bahkan sudah tiga kali ketemuan saya katanya ingin ke rumah, tapi kok belum jadi,” kata Mukri disambut gelak tawa.
Mukri menyebutkan, ia kini sedang menjadi pendamping gubernur dalam rencana membangun Masjid Raya Provinsi Lampung yang dapat menampung 10-12 ribu jamaah di kawasan Enggal, yang akan bermitra dengan Yayasan Bakrie Amanah.
“Mari terus bersinergi dalam membina umat, saling memberikan masukan, pemikiran, karena saat ini informasi sangat cepat baik melalui medsos maupun media. Kita harus hati-hati menyikapinya. Saya ini sibuk, kadang diminta ngisi ke Kalimantan, NTB, pernah satu hari ngisi di tiga tempat,” selorohnya sambil tertawa ringan.
Dalam menghadapi gelaran mukernas MUI Pusat, Mukri menyampaikan Lampung siap menjadi tuan rumah dan pemerintah daerah mendukung penuh terlaksananya mukernas yang akan digelar 8-9 Desember 2022.
Aditya yang juga sebagai pengurus IDI Pusat menyampaikan LDII siap mendukung perhelatan mukernas MUI agar dapat berjalan dengan aman, nyaman, lancar, membawa berkah bagi warga Lampung karena dihadiri para ulama, kiai, dan tokoh agama.
Di akhir acara, dr Aditya memberikan buku munas, majalah Nuansa, dan laporan bulanan. []
