Dinda Indah Jelita. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Dinda Indah Jelita kini menempuh pendidikan di program studi manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Teknokrat Indonesia. Ia lulus dari SMAN 1 Pasir Sakti, Lampung Timur.
Dinda kini duduk di semester 5 dan bulan September ini ia akan ikut pertukaran mahasiswa merdeka di Universitas Fajar, Makassar, Sulawesi Selatan. Dara cantik ini terpilih ikut program ini yang mengonversi nilai kuliahnya sampai dengan 20 SKS.
Tahun ini Teknokrat meloloskan sekitar 56 mahasiswanya untuk ikut program tersebut. Dan Dinda adalah salah satunya.
Dinda bercerita, nilai dan seleksi menjadi perhatian utama untuk mereka yang hendak lolos dalam program ini. Dinda senang ia akan belajar selama satu semester di universitas di Makassar itu.
Ada satu pengalaman yang Dinda juga alami selama perkuliahan ini. Ia pernah mengikuti ajang pemilihan Putra-Putri Lampung Timur tahun 2022. Memang kala itu Dinda belum menjadi juara. Ia berada di peringkat IV.

Meski demikian, Dinda mengaku mendapatkan banyak pengalaman saat mengikuti ajang itu. Ia juga makin terbuka dengan wujud pariwisata di Lampung.
Dinda juga merasa ada tanggung jawab untuk mengenalkan pariwisata Lampung. Maka itu, di Instagramnya @dindaindahjelita ia sering mengunggah pengalamannya kala wisata ke pantai-pantai di Lampung.
Terakhir bersama beberapa teman ia mengunjungi Pantai Marina di Kalianda.
“Dari rumahku di Pasirsakti, Lampung Timur, ke Pantai Marina ini tidak begitu jauh. Paling satu jam naik kendaraan bermotor,” ujar Dinda.
Berikutnya, Dinda mengikuti ajang pemilihan Putra Putri Lampung tahun ini. Lagi-lagi rezekinya masih di peringkat IV.
Dinda mengatakan, selama karantina di dua ajang itu ia mendapatkan beberapa pengetahuan baru, baik dalam dunia pageant, public speaking, dan lainnya.
Sebagai mahasiswa manajemen, Dinda juga terkesan dengan materi yang ia peroleh selama perkuliahan selama ini. Ini pula yang menyebabkannya ada ketertarikan dengan dunia wirausaha.
Dinda sebetulnya ingin lebih banyak pengalaman dalam mengikuti beragam kompetisi. Misalnya untuk pemilihan Putri Hijab, muli-mekhanai, dan lainnya.
Akan tetapi, lantaran sudah separuh jalan kuliah, ia memutuskan untuk fokus pada studi. Ia ingin lulus sesuai dengan tenggat dan nilai yang memuaskan.
Ia kini sedang mencari talenta terbaiknya sehingga bisa membuka usaha sendiri selepas lulus nanti. Dari sekarang ia juga sudah memulainya. Meski tak sering, ia sering membuat makanan berdasarkan pesanan untuk dititip ke dana usaha.
Dinda menuturkan, ia memang mesti bekerja keras untuk menemukan passion yang pas untuk dirinya. Baginya mencoba hal baru adalah sebuah tantangan buat generasi Z seperti dirinya.
Ia ingin selepas kuliah nanti sudah ada pekerjaan yang bisa ia lakukan. Setidaknya tidak membenani orangtua lagi. Pilihan itu ada pada berwirausaha.
Di Teknokrat sendiri, cukup banyak seminar dan pelatihan tentang kewirausahaan. Teknokrat memang menargetkan untuk semua lulusan agar bisa sesegera mungkin terserap pasar kerja selepas lulus.
Soal dunia mode, buat Dinda, sejauh ini tambahan saja. pengalaman difoto dengan fotografer profesional pun sudah lama tak ia lakoni.
“Terakhir ya itu tahun lalu waktu ikut pemilihan Putra-Putri Lampung Timur,” kata dia.
Sukses untukmu ya Dinda. []
