Daurah janaiz. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Kalianda – Minggu pagi yang cerah. Tarikh tertanggal 10 April 2022. Rosidah, Ketua PD Salimah Lampung Selatan, beserta tim dakwah organisasi yang ia pimpin, menjejakkan kaki di Dusun 6 Kedaton, Kalianda, Lampung Selatan. Mereka bergegas untuk mengisi daurah janaiz atau pelatihan pemulasaran jenazah.
Suasana ramai oleh ibu-ibu majelis taklim. Semua antusias ingin mengikuti daurah yang dilaksanakan di rumah anggota majelis taklim yang berada di kaki Gunung Rajabasa.
Suasananya sejuk dan asri. Sebagian ibu melaksanakan praktik di dalam rumah yang ruangannya cukup luas. Sebagian ada juga yang di teras rumah beralaskan tikar.
Seorang peserta ikhlas menjadi “mayat” sebagai bahan praktik dalam mengafani jenazah.
Kain yang digunakan merupakan kafan putih. Kain dipotong-potong menjadi beberapa bagian yang digunakan sebagai baju, dalaman, jilbab, mukena, dan tali untuk mengikat bagian atas kepala dan ujung kaki.
Setelah itu mayat dibungkus lagi dengan kafan menutupi seluruh tubuh.
Ekspresi yang berbeda-beda tampak ketika ibu-ibu yang melihat mayat sudah dibungkus rapi kafan. “Mayat” tidak bisa bergerak sama sekali. Balutan kain putih bersih tidak ternoda dan siap diberangkatkan menuju pembaringan terakhir.
Waktu menunjukkan pukul 12.00 dan sebentar lagi azan zuhur berkumandang. Alhamdulillah acara telah selesai dan ibu-ibu merasa senang karena mendapatkan pengalaman secara langsung tentang pengafanan jenazah. Setelah itu mereka kembali ke rumah dengan harapan mempraktikkannya suatu saat nanti. [Aan Saputri dan Fadhilah Hayani/Humas Salimah Lampung Selatan]
