Opini

Catatan Haji Gufron Azis Fuadi: Rajin Bersihkan WC dan Tempat Wudu, Cecep Abdullah Naik Haji Undangan Raja Saudi

Catatan Haji Gufron Azis Fuadi: Rajin Bersihkan WC dan Tempat Wudu, Cecep Abdullah Naik Haji Undangan Raja Saudi

Gufron Azis Fuadi

Kemarin, kawan yang sedang pergi haji mengirim pesan via wa grup: Mohon doanya para ustaz nanti malam insya Allah bakda magrib kami brkt Tarwiyah ke Mina, dilanjutkan Armuzna.

Semoga kami selalu sehat, dimudahkan segala urusannya diberi kekuatan, kesabaran dalam menjalani prosesi ibadah haji 🤲🤲🤲

Selain mengaminkan doa dan harapan agar mendapatkan haji mabrur tentu kami mengirimkan pesan agar memperbanyak rasa syukur. Bukan saja syukur secara umum karena banyaknya nikmat Allah tetapi secara khusus karena bisa berangkat haji dengan lancar.

Menjadi salah satu dari 221.000 jamaah haji dari Indonesia dan salah dari kurleb 2 juta jama’ah haji seluruh dunia. Di tengah lebih dari 1.000 calon jamaah haji furoda yang gagal berangkat karena visanya tidak diterbitkan oleh pemerintah KSA sampai batas akhir pelaksanaan.

Haji memang panggilan Allah, Dia akan memberangkatkan siapa yang dikehendaki tanpa melihat punya uang atau tidak. Paling tidak ini terbukti dengan apa yang terjadi dan dialami oleh Cecep Abdullah.

Pemuda berusia 27 tahun asal Tipar, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi yang sehari-harinya rajin membersihkan masjid, terutama kamar mandi dan tempat wudunya.

Selain mendapatkan hadiah tiga kali umrah dari dermawan yang tertarik melihat kerajinannya, sekarang dia mendapatkan undangan kerajaan KSA untuk berhaji.

Cerita dari teman, ustaz yang pernah mendapatkan undangan haji dari kerajaan, fasilitasnya superplus. Artinya melebihi dari ONH plus.

Menurut penuturan Cecep, dia pernah berdoa di Raudhah saat umrah dan merutinkannya di hari-hari lain, agar Allah memberangkatkannya beribadah haji bagaimanapun caranya.

Dan ternyata begitulah caranya Allah memberangkatkan haji bagi Cecep Abdullah, dengan undangan raja.

Haji itu perjalanan yang mahal. Oleh karena itu kewajiban menjalankan rukun Islam ini hanya bagi yang mampu.

Jangan bayangkan berapa kira kira biaya haji model Cecep ini, karena biaya haji plus saja antara Rp200 sd Rp600-an juta, tergantung kelas dan fasilitasnya.

Berdasarkan catatan sejarah, pada tahun 1926, biaya haji berkisar (setara) dengan menjual 10 ekor sapi. Berangkat pada pertengahan bulan Sya’ban menggunakan kapal laut selama 27 hari. Sehingga mereka sekaligus bisa umrah Ramadan dan salat Idulfitri.

Tidak semua jamaah haji Indonesia melaksanakan tarwiyah di Mina sebelum esoknya melanjutkan perjalanan ke Arafah untuk wukuf. Karena bermalam tarwiyah di Mina hukumnya sunah sedangkan wukuf di Arafah adalah rukun haji.

Bahkan intinya haji. Tidak haji seseorang yang tidak wukuf di Arafah barang sejenak. Oleh karena itu pemerintah Indonesia langsung membawa jamaah haji setelah miqat haji di Mekah (tempat tinggalnya) menuju ke Arafah, tidak ke Mina dahulu.

Hal ini bisa difahami mengingat betapa ribet dan repotnya melakukan pemindahan 220 ribu jamaah. Bila jalan kaki, jauh, 16 km. Bila menggunakan bus, busnya pasti tidak bisa jalan, karena terlalu padat.

Ketika di Arafah khususnya, penting untuk saling mengingatkan dengan jamaah lain untuk mengoptimalkan berdoa dan berzikir disana. Banyak ngobrol bisa ditunda, masih ada waktu lain. Karena pada hari itu, khusus hari itu, Arafah menjadi tempat dan waktu yang mustajab untuk berdoa.

Rasulullah Saw bersabda:

“Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arafah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat…” (Hr. Muslim)

Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan, “Hari Arafah adalah hari pembebasan dari api neraka. Pada hari itu, Allah akan membebaskan siapa saja yang sedang wukuf di Arafah dan penduduk negeri kaum muslimin yang tidak melaksanakan wukuf. Oleh karena itu, hari setelah hari Arafah –yaitu hari Idul Adha- adalah hari ‘ied bagi kaum muslimin di seluruh dunia. Baik yang melaksanakan haji dan yang tidak melaksanakannya sama-sama akan mendapatkan pembebasan dari api neraka dan ampunan pada hari Arafah.

Dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi, Rasulullah saw bersabda:

“Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah. Dan sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah ucapan “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli sya-in qodiir (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Miliki-Nya segala kerajaan, segala pujian dan Allah yang menguasai segala sesuatu)”.

Bagi yang belum bisa berangkat haji tetapi ingin mendapatkan pahala haji dan umrah secara sempurna, maka bisa meluangkan waktu setelah subuh sekitar tidak sampai dua jam sebagaimana sabda nabi Saw: “Barangsiapa yang melaksanakan salat shubuh secara berjama’ah lalu ia duduk sambil berzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan salat dua raka’at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umrah.”

Beliau pun bersabda, “Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna.” (hadis sahih)

Semoga kita termasuk yang mendapatkan ampunan-Nya di hari Arafah besok. Amin.

Wallahu a’lam bi shawab. [Gufron Azis Fuadi]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda