Riyanto Pamungkas dan istri. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Riyanto Pamungkas, jika tak ada aral melintang akan menjadi bupati Pringsewu lima tahun mendatang.
Pada perhelatan pilkada 27 November yang lalu, berpasangan dengan Umi Laila, Riyanto unggul dalam hitung cepat, 45,81 persen. Duetnya dengan ketua DPC Partai Gerindra Pringsewu itu jos gandos.
Hebatnya lagi, pemilik usaha kopi terkenal bermerek ”Klangenan” itu adalah kader PKS pertama yang jadi kepala daerah.
Sejak ada pilkada langsung tahun 2005, nyaris 20 tahun artinya, baru kali ini ada kader PKS jadi kepala daerah.
Di sesi-sesi pilkada sebelumnya, tak ada kader partai ini yang bisa menang. Nyaris menang ada. Tapi selebihnya belum berhasil.
Bahkan ada yang dua sampai tiga kali mencoba.
Abdul Hakim misalnya. Ketua pertama Partai Keadilan (PK), cikal bakal PKS, dua kali ikutan pilkada. Tahun 2005 menjadi calon wali kota Bandar Lampung dan tahun 2015 calon wali kota Metro. Dua-duanya urung jadi.
Antoni Imam. Kader senior PKS di Lampung Selatan, tiga kali mencoba, gagal semua. Pilkada tahun 2010, 2020, dan 2024. Semua di Lampung Selatan dan posisi sebagai calon wakil bupati. Belum beruntung juga.
Ketua DPW PKS Lampung sekarang, Ahmad Mufti Salim, dua kali mencoba, juga gagal. Tahun 2010 di pilkada Lampung Tengah, dan tahun 2020 di pilkada Metro. Dua-duanya belum berhasil.
Masih ada beberapa nama lain.
Johan Sulaiman, dua kali nyalon juga gagal. Pertama di pilkada Pesawaran tahun 2010 dan pilkada Bandar Lampung tahun 2020, juga belum berhasil.
Yang nyalon sekali juga ada. Hantoni Hasan. Sekali menjadi calon wakil wali kota Bandar Lampung pada pilkada tahun 2015. Berpasangan dengan petahana almarhum Eddy Sutrisno, juga tumbang.
Pasangan ini kalah dari Herman HN yang nanti jadi wali kota dua periode untuk kemudian dilanjut istrinya, Eva Dwiana.
Efan Tolani juga demikian. Mantan anggota DPRD Bandar Lampung dan DPRD Lampung ini pernah nyalon di Pesisir Barat untuk posisi calon wakil bupati tahun 2015. Juga gagal.
Sementara Riyanto Pamungkas sekali nyalon, dicoblos, jos gandos.
Ibarat senjata, Riyanto ini barangkali kayak senjata. Namanya pun ada unsur ”pamungkas”.
Jika frasa dilengkapkan jadi senjata andalan, pas juga. Senjata pamungkas: senjata terakhir yang digunakan sebagai andalan. [Adian Saputra]

Tinggalkan Komentar Anda