Berita Foto Nusantara

BPDAS Way Sekampung-Seputih dan Bapeltan Lampung Kembangkan Bibit Alpukat Gunung Balak

BPDAS Way Sekampung-Seputih dan Bapeltan Lampung Kembangkan Bibit Alpukat Gunung Balak

Pengembangan bibit alpukat Gunung Balak. | Ahmad Suryanto

Pengembangan bibit alpukat Gunung Balak. | Ahmad Suryanto

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Salah satu kegiatan pemberdayaan petani sekitar kawasan hutan Register 38 Gunung Balak, Sekampung Udik, Lampung Timur, yang diinisiasi Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai Way Sekampung-Seputih (BPDAS-WSS) dan didukung Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Lampung adalah penangkaran bibit alpukat khas Gunung Balak yang biasa disebut “Alpukat Siger Sai Batu”.

Guna mendukung penyebarluasan bibit hasil pengangkaran petani di sekitar hutan, (Bapeltan) Lampung membuat kebun koleksi bibit alpukat di lahan Praktik Pelatihan Bapeltan Lampung.

Dalam kesempatan penanaman perdana kebun koleksi alpukat hari ini, Kepala Bapeltan Lampung, Abdul Roni Angkat, menjelaskan, kebun koleksi ini merupakan bentuk dukungan bagi pemberdayaan petani di sekitar kawasan Gunung Balak, yaitu dengan memperkenalkan kepada masayarakat luas mengenai keberadaan  alpukat Siger Sai batu melalui kegiatan pelatihan yang ada di Bapeltan Lampung.

“Dengan kebun koleksi ini, buah alpukat Siger Sai Batu yang jumlahnya masih terbatas ini bisa dikenal luas masyarakat dan harapannya petani penangkar bisa mendapatkan dampak promosi untuk pengembangan pasarnya,” kata dia.

Hadir sebagai tamu utama dalam acara penanaman alpukat di lahan Bapeltan lampung tersebut, Kepala BPDAS-WSS, Idi Bantara, bersama tim. Dalam kesempatan ini, Kepala BPDAS-WSS menyerahkan secara simbolis bibit alpukat khas endemik Kawasan Sekitar Hutan Gunung Balak, “Siger Sai Batu” kepada kepala Bapeltan Lampung.

Idi menjelaskan, alpukat ini memang khas endemik milik petani enclave kawasan sekitar Hutan Gunung Balak yang saat ini sedang dikembangkan.

“Alpukat ini bentuk dan rasanya unik. Oleh karena itu kita terus mendorong pengembangannya agar menjadi kegiatan ekonomi masyarakat sekitar kawasan. Harapannya, dengan kegiatan ini masyarakat petani sekitar hutan ikut aktif menjaga kawasan hutan agar tetap lestari,” kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bapeltan Lampung dan Kepala BPDAS-WSS menegaskan komitmen mereka untuk terus melanjutkan sinergi lintas Kementerian guna memberdayakan masyarakat.

“Kalau Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, yang diwakili BPDAS-WSS punya semboyan Hutan Lestari, kami di Kementerian Pertanian punya semboyan pertanian maju, mandiri, dan modern. Perpaduan dua semboyan itu akan menjadi sesuatu yang luar biasa,” ungkap Abdul Roni. [Ahmad Suryanto]

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda