Bintang Juliagnes. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Pesawaran – Model Lampung Bintang Juliagnes kini sedang masa pengabdian masyarakat dari kampusnya. Bintang sampai dengan Juli tahun ini sedang pengabdian di Desa Trimulyo, Tegineneng, Pesawaran.
Ia mengatakan, dirinya sedang penelitian untuk skripsi. Ia mengambil subjek penelitian di mana di desa itu masih tinggi tingkat penderita penyakit, khususnya hipertensi.
“Aku di sana membuat program dan menilai bagaimana efisiensi dan efektivitas program petugas puskesmas untuk masyarakat di Trimulyo,” ujarnya kepada wartalampung.id via percakapan WhatsApp.
Selama penelitian, Bintang tetap menerima pekerjaan sebagai model. Ia mengatakan, honor pemotretan ia tabung untuk menambah kebutuhan skripsinya.
“Lumayan buat bantu aku menyelesaikan skripsi,” kata dia.
Bintang juga punya cerita menarik. Sejauh ini, dara cantik itu sudah empat kali diajak menikah. Namun, ia belum mau ke jenjang pernikaham. Pasalnya, ia mesti menyelesaikan pengabdian dan skripsinya.
“Aku juga menilai belum siap dengan keadaan diri sendri. Apalagi untuk menerima masa depan, kan enggak semudah membalikkan telapak tangan,” kata dia.
Baca Juga: Model Lampung Bintang Juliagnes: Buka-Bukaan Soal Tawaran Foto Telanjang
Ia menegaskan, akan fokus di studi dan karier.
Untuk model yang sekarang ia jalani, kebanyakan foto katalog produk baju. Bintang yang biasa di depan lensa kemera tentu tak kesulitan menjalani pekerjaan ini. Cuma bedanya, kali ini ia tidak diminta banyak bergaya di depan lensa kamera. Sebab, yang diutamakan adalah produk baju yang ia kenakan itu bisa menjadi sarana promosi menarik hati orang untuk memiliki baju itu.
“Konsepnya untuk dijadikan pameran. Kayak foto katalog,” kata dia.
Bagi Bintang, ini tantangan. Sebab, fotonya kali ini tidak ada ekspresi. Ia mengatakan, awalnya lumayan kagok juga.
Sebab, ia sering foto dengan wajah diulas senyum atau mata yang menatap tajam.
Baca Juga: Model Lampung Bintang: Enggak Mesti Telanjang untuk Sama-Sama Enak
“Cuma kali ini enggak boleh berekspresi. Karena gimana caranya supaya orang bisa tertarik dengan bajunya, bukan orangnya,” tutur mahasiswi sebuah kampus swasta di Bandar Lampung itu.
Soal penelitiannya di desa itu, Bintang mengatakan, hipertensi salah satu penyakit yang bisa dibilang tidak memandang umur. Apalagi hipertensi ini ditandai dengan peningkatan tekanan darah dalam jangka panjang yang semua orang bisa saja terkena penyakit itu.
“Belum lagi kebiasaan hidup yang tidak terjaga pada generasi milenial. Sudah banyak yang kurang jaga pola kesehatan dan juga pola atur waktu untuk keseharian. Jadi hipertensi tidak cuma menyerang manusia lanjut usia saja,” kata dia.
Bintang ingin, semua menjaga kesehatan dengan baik. Plus rajin memeriksakan kesehatan. Misalnya, mengecek kadar gula darah, tekanan darah, dan kolesterol.
Selamat melanjutkan pengabdian dan skripsinya ya, Bintang. Sukses untuk foto-fotonya. []
