Berita Foto Opini

Bermedia Sosial dengan Cerdas

Bermedia Sosial dengan Cerdas

Ari Rusmasari. | Dokumentasi

Ari Rusmasari. | Dokumentasi

Oleh Ari Rusmasari (Pranata Komputer Muda BPS Kota Bandar Lampung)

Interconnection networking atau yang lebih dikenal sebagai internet bisa jadi sudah menjadi kebutuhan primer bagi sebagian orang di saat ini. Mulai dari kebutuhan yang sifatnya privasi sebagai alat komunikasi, sarana hiburan, maupun sebagai sumber dari berbagai ilmu pengetahuan.

Seiring dengan perkembangan teknologi, berbagai lini sudah menggunakan fasilitas secara digital. Pesatnya perkembangan teknologi harus sejalan dengan perkembangan infrastruktur telekomunikasi dan didukung dengan masyarakat yang melek digital.

Bandar Lampung sebagai kota terbesar sekaligus ibukota di Provinsi Lampung menyimpan potensi sebagai kawasan andalan nasional yang ditargetkan sebagai smart city. Konsep smart city yang sedang dikembangkan oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung tidak terbatas hanya pada tata kelola kota dan solusi berbasis digital untuk peningkatan layanan publik tetapi juga mewujudkan konsep pengembangan sumber daya manusia itu sendiri terhadap perkembangan teknologi.

Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik di tahun 2020, warga yang mengakses internet di Kota Bandar Lampung tercatat sebesar 66,13 persen. Hal ini dapat diartikan bahwa lebih dari setengah penduduk Kota Bandar Lampung sudah mengakses dunia maya.

Sebanyak 84,02 persen di antaranya menggunakan telepon seluler (HP) maupun laptop. Sekitar 86,63 persen masyarakat mengakses internet untuk bersosial media.

Berselancar dengan media sosial merupakan aktivitas yang paling disukai oleh masyarakat Kota Bandar Lampung ketika mengakses internet. Mencari informasi maupun mengakses hiburan juga menjadi tujuan bermain di dunia maya selain bermedia sosial.

Sosial media pada era digital ini menjadi kekuatan, hobi, maupun tuntutan. Generasi X sampai dengan generasi milenial pun tidak terlepas dalam menggunakan media sosial ini.

Melalui media sosial ini tidak hanya sebagai sarana bertukar informasi, tetapi juga berinteraksi secara online. Bermedia sosial tentu memberikan banyak pengaruh dalam masyarakat.

Akan dinilai ketinggalan zaman ketika tidak memiliki akun media sosial. Pergeseran pola perilaku kehidupan sosial serta nilai-nilai budaya merupakan wujud nyata yang dirasakan saat ini.

Begitu mudahnya penyebaran informasi, jaringan pertemanan, mengunggah konten, maupun komunikasi di manapun kita berada menjadi dampak positif yang bisa dirasakan. Dunia bisnis pun sangat diuntungkan dengan begitu mudahnya promosi melalui media sosial ini.

Namun, perlu disadari bahwa di balik kemudahan-kemudahan yang ditawarkan, perlu kehati-hatian tentunya terhadap efek negatifnya. Menjadi antisosial, lupa waktu, cyberbullying, hingga kejahatan dunia maya sangat mungkin bisa terjadi.

Lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Menjadikan media sosial sebagai sarana yang tidak hanya menghibur tetapi juga bermanfaat. Tentunya dengan mengatur waktu agar hidup lebih bermakna dengan menghabiskan waktu dengan keluarga dan orang-orang terdekat.

Sikap cerdas juga perlu ditanamkan dengan memfilter segala informasi yang benar atau tidak. Lebih selektif dalam memilih pertemanan merupakan bentuk kehati-hatian di media sosial.

Hal positif lainnya adalah dengan mengunggah status dan konten dengan hal-hal yang bermanfaat. Hendaknya mulailah dari diri kita untuk menjadi cerdas dan bijak dalam bermedia sosial mengingat perkembangan teknologi digital seiring semakin pesatnya penggunakan media sosial terutama di kalangan generasi milenial.

Melihat IPM Kota Bandar Lampung tahun 2020 sebesar 77,44 dan merupakan angka IPM tertinggi se-Provinsi Lampung. Angka ini juga menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan dunia pendidikan.

Dunia pendidikan pun juga tidak terlepas dari sejauh mana masyarakat sudah melek digital. Hal ini juga memerlukan perhatian khusus dari pemerintah daerah untuk bisa menghasilkan generasi yang cerdas dengan dunia digital terutama media sosial.

Sarana prasarana yang difasilitasi oleh pemerintah seperti hotspot yang tersedia di ruang terbuka publik serta munculnya berbagai provider internet dengan harga bersaing juga sangat membuka ruang bagi masyarakat lebih dekat dengan dunia digital.

Diperlukan kebijakan pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk fokus memberikan edukasi melalui pembangunan mental anak-anak bangsa agar mampu memilah dengan hadirnya kemajuan dunia digital. []

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda