Opini

Belajar Bahasa Prancis dari Sudut yang Berbeda: Ketika Lagu, Film, dan Meme Jadi Media Ajar

Belajar Bahasa Prancis dari Sudut yang Berbeda: Ketika Lagu, Film, dan Meme Jadi Media Ajar

Setia Rini

Oleh Setia Rini, Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila

Apa jadinya jika tugas kuliah bahasa Prancis berisi lirik Stromae, cuplikan film pendek Prancis, dan meme lucu tentang konjugasi? Mungkin terdengar tidak biasa, atau bahkan aneh di telinga sebagian orang. Tapi beberapa hal tersebut dapat menjadi cara belajar yang menyenangkan juga relevan.

Media populer seperti lagu, film, dan meme tidak hanya membuat kelas menjadi hidup, tetapi juga menjembatani dunia akademik dengan realitas digital yang sehari-hari akrab dengan mahasiswa. Mereka tidak lagi belajar bahasa dari buku tata bahasa yang kaku, melainkan dari konteks yang dinamis dan autentik.

Misalnya, saat membahas tema kesehatan mental, kelas dapat mendiskusikan bersama lirik lagu “Formidable” dari Stromae dengan terlebih dahulu mahasiswa menyimak bersama-sama lagu tersebut melalui Youtube maupun Spotify layaknya Compréhension Orale (CO).

Setelah itu mahasiswa dengan arahan dosen melakukan diskusi tentang ekspresi emosi, menganalisis bentuk passé compose maupun tata bahasa lainnya yang sesuai dengan level yang sedang dipelajari, dan bahkan bagaimana musik menjadi cermin sosial.

Atau bisa juga, kita sebagai dosen meminta mahasiswa membuat analisis meme berbahasa Prancis dan menjelaskan permainan kata atau konteks budayanya sebagai bentuk praktik lisan melalui kegiatan brainstorming di kelas.

Bahkan juga analisis gramatikal sangat mungkin dilakukan dari meme tersebut, sehingga secara nyata dapat mengukur kemampuan penguasaan gramatikal mahasiswa secara kontekstual maupun membuat ulasan tertulis dalam bentuk tes deskriptif atau argumentative sebagai bentu praktik menulis.

Aktivitas-aktivitas tersebut dapat menstimulasi mahasiswa menjadi lebih antusias dan merasa pembelajaran bahasa adalah sesuatu yang dekat dengan mereka. Bahkan mereka dapat mengikuti akun TikTok atau YouTube kreator Prancis, serta memperluas kosakata secara alami melalui subtitle film dan serial.

Tentu saja, penggunaan media populer ini tetap perlu diarahkan agar tidak sekadar menjadi hiburan. Di sinilah peran dosen sangat penting: memilih materi yang tepat, memberikan tugas reflektif, dan tetap menjaga integritas akademik. Tapi ketika dilakukan dengan tepat, pendekatan ini mampu menciptakan pengalaman belajar yang kaya, bermakna, dan menyenangkan.

Bahasa bukan sekadar struktur. Ia adalah cara manusia mengekspresikan diri, terlibat dalam budaya, dan membangun hubungan. Dan jika lagu, film, serta meme bisa menjadi pintu masuk ke dunia bahasa Prancis, mengapa tidak kita manfaatkan sepenuhnya?

Karena belajar bahasa dari sudut yang berbeda bukan berarti kehilangan substansi—justru itulah jalan menuju pemahaman yang lebih dalam dan berkesan. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda