Berita Foto Nusantara

Bedah Rumah di Cilacap, Siaga Peduli Kolaborasi Wujudkan Hunian Layak untuk Lansia dan Duafa

Bedah Rumah di Cilacap, Siaga Peduli Kolaborasi Wujudkan Hunian Layak untuk Lansia dan Duafa

Bedah rumah. | Dokumentasi

Bedah rumah. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Cilacap – Program bedah rumah disalurkan Siaga Peduli berkolaborasi dengan Baznaz, GSC (Gerak Sedekah Cilacap), LAZ Cilacap, dan LAZ Al Azhar bagi lansia dan duafa di Gumilir, Cilacap Utara.

Kepala Divisi Program Nyoto mengatakan, tujuan program bedah rumah adalah memberikan tempat tinggal yang layak huni terutama untuk lansia dan duafa.

“Ini merupakan program Siaga Peduli yang bersinergi dengan beberapa lembaga sosial agar dapat memberikan bantuan berupa tempat tinggal yang layak untuk lansia dan duafa,” kata Nyoto.

Ia berharap program ini mampu memberikan rumah yang layak huni bagi masyarakat Cilacap yang memenuhi kaidah kesehatan.

Selain itu program ini dapat memberikan dampak secara psikologis yakni agar masyarakat khususnya lansia dan duafa merasa aman dan nyaman.

“Lansia dapat memiliki tempat tinggal yang layak yang nanti juga akan berpengaruh kepada kesehatan dan juga kehidupan sehari harinya yang dampaknya lebih ke psikologis,” kata Nyoto.

Nyoto menambahkan, warga sekitar juga ikut bergotong royong secara swadaya dalam rangka membantu pelaksanaan program bedah rumah tersebut sehingga diperlukan waktu yang cukup singkat 1 sampai 3 hari.

“Masyarakat ikut full pas pagi bongkar rumah dan menurunkan material. Itu semua warga 1 RT turun jadi bisa dikerjakan dengan sangat cepat, butuh sehari sampai tiga hari,” tambah Nyoto.

Kepala desa setempat Sukoco menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan renovasi rumah di wilayahnya.

Bantuan berupa program bedah rumah tersebut dirasa sangat berarti bagi para penerima karena kondisi rumah yang tidak layak dengan kondisi ekonomi pemilik rumah yang tidak mampu.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Siaga Peduli dan lembaga amil zakat lainnya yang telah memberikan bantuan, kondisi rumah Mbah Juminah memang tidak layak huni, jadi memang betul-betul sangat membutuhkan bantuan tersebut,” kata Sukoco.

Adapun penerima bantuan yaitu Mbah Juminah (76) yang saat ini tinggal sendiri di rumah yang tidak layak huni. []

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda